Membangun Kemandirian Ekonomi Komunitas Pembela HAM Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan Lebah Madu Kelulut

Komunitas Pembela HAM Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto beranggotakan korban dari akivitas tambang dalam tanah (underground) batubara CV Tahiti Coal. Mereka telah merasakan dampak buruk akibat aktivitas tambang seperti tercemarnya sumber air, rumah retak-retak, kebun amblas dan banyaknya tanaman mati karena kekeringan. Situasi ini menyebabkan masalah ekonomi yang semakin berat yang justru memaksa masyarakat ikut beralih ke pekerjaan yang merusak lingkungan seperti menjadi buruh tambang.

Berangkat dari situasi dan keprihatinan tersebut, komunitas ini menggagas program pemanfaatan lahan perkarangan dengan budidaya madu kelulut dengan mempertimbangkan potensi dan kondisi alam sekitar. Komunitas berharap bahwa program ini dapat menambah pendapatan anggota komunitas dan dapat menjadi sumber bagi dana sosial di tengah semakin sulitnya kehidupan di desa.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi masyarakat Desa Sikalang untuk membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan. Tentu tidak mudah memulai program karena banyaknya keterbatasan dan beban yang semakin berat dihadapi oleh masyarakat akibat tambang. Namun, penggunaan Nusantara Fund dan kerja gotong-royong telah memudahkan komunitas untuk melaksanakan berbagai kegiatan budidaya lebah madu kelulut.

Sepanjang bulan Desember 2022, komunitas melaksanakan serangkaian kegiatan dan memperoleh capaian penting untuk budidaya lebah madu kelulut, yakni:

  1. Pengadaan demplot lebah madu kelulut, Sabtu dan Minggu, 10- 11 Desember 2022. Kini komunitas memiliki demplot lebah Madu Kelulut jenis Thoracica dan Itama yang dapat dimanfaatkan oleh 15 orang anggota komunitas. Penggunaan demplot ini mendapatkan bimbingan teknis dan garansi selama 3 bulan. Sebelum adanya demplot, komunitas bergotong royong untuk mencari penegak demplot lebah madu kelulut dan dipasang di perkarangan rumah yang sudah ditentukan komunitas.
  2. Survey dan penetapan lokasi budidaya lebah madu kelulut, Senin, 12 Desember 2022. Berdasarkan hasil survey, komunitas telah menetapkan 6 lokasi komunitas untuk budidaya lebah madu kelulut di Desa Sikalang.
  3. Pelatihan Budidaya lebah madu kelulut di Desa Sikalang, Sabtu, 24 Desember 2022. Pelatihan ini mencakup beberapa sesi presentasi dan latihan diskusi tentang:
    – Tentang cara budidaya, jenis lebah madu kelulut, pemeliharaan dan perawatan.
    – Tentang pasca panen untuk pengemasan, pelabelan, dan pemasaran madu kelulut.
    – Penyusunan SOP budidaya lebah madu kelulut

Pelatihan ini telah memberikan manfaat langsung berupa pengetahuan dan keterampilan kepada seluruh peserta dari komunitas. Sedikitnya ada 16 orang peserta aktif (8 laki-laki dan 8 perempuan) dalam pelatihan budidaya dan pasca panen. Komunitas juga berhasil membuat SOP budidaya lebah madu kelulut. Pengetahuan yang didapatkan oleh peserta dapat disebarluaskan kepada kerabat lainnya atau masyarakat yang ada di desa Sikalang. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mendukung berbagai upaya pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Penggunaan Pendanaan Langsung Nusantara Fund telah memberikan banyak pembelajaran guna meningkatkan aktivitas Komunitas Pembela HAM Desa Sikalang dalam budidaya lebah madu kelulut. Dalam hal akses pendanaan, komunitas dapat dengan mudah mendapatkan informasi, pengisian formulir dan ketentuan-ketentuan Nusantara Fund. Hal seperti ini sangat penting karena dari aspek ini kita belajar bahwa dukungan bagi inisiatif masyarakat harusnya menghindari berbagai kerumitan teknis.

Energi komunitas harus lebih banyak diarahkan pada pembangunan gagasan dan kerja bersama. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan juga memberikan semangat dan menumbuhkan kolektivitas di dalam komunitas untuk mengatasi berbagai tantangan, seperti kesulitan dalam membuat demplot dan mencari bibit lebah madu kelulut yang jauh.

Pembelajaran terpenting adalah pendidikan komunitas baik dalam bentuk pelatihan, diskusi, dan kerja bersama harus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan secara kolektif. Jika sebelumnya pengetahuan terbatas pada orang-orang tertentu, kini pengetahuan tentang budidaya lebah madu kelulut dapat menjadi pengetahuan kolektif.

Komunitas dapat memahami bagaimana cara membedakan lebah madu kelulut Thoricica dan Itama, cara budidaya, pemeliharaan, pengembangan (penggandaan koloni dan penambahan vegetasi), pembuatan demplot, hingga pengemasan dan pemasaran produk.

Komunitas kini lebih memahami bahwa jenis lebah madu yang dimiliki komunitas yaitu jenis Thoricica dan Itama sangat bagus di Sawahlunto. Jenis Thoricica menjadi jenis lebah madu kelulut endemik dari Sawahlunto. Semua pengetahuan ini kini telah dimplementasikan ke dalam bentuk kerja komunitas untuk budidaya lebah madu kelulut di Desa Sikalang. Ini menjadi langkah yang baik dalam pembangunan ekonomi komunitas yang dapat lebih memperkuat advokasi lingkungan hidup.

Inisiatif ini tidak boleh berhenti. Kini masyarakat dapat melihat langsung bahwa pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi dan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Komunitas Pembela HAM Desa Sikakang terus berupaya mengembangkan budidaya lebah madu kelulut berbasis komunitas.

Scroll to Top