Pengembangan Ekonomi Nusantara Wilayah Kelola Rakyat (WKR) untuk Komoditi Rempah

Komunitas Folila (Fola Literasi Kalaodi) ada di di Kelurahan Kalaodi, Tidore Timur, Kota Tidore, Maluku Utara. Fola dalam bahasa Tidore artinya adalah rumah. Anggota Komunitas Folila adalah masyarakat lokal dimana kebanyakan dari para anggota ini adalah menjadi bagian atau berprofesi sebagai petani.

Tujuan Folila terutama fokus pada pengembangan kemampuan bertani dan pengelolaan pertanian terutama untuk cengkeh, pala, kelapa, kopra dan komoditas lainnya yang umum ditanam di Kalaodi. Namun, kemampuan petani lokal dalam cara produksi pertanian dan pengembangan hasil produksi pertanian ditengarai masih sangat terbatas, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan.

Belum lagi ketidakpastian kondisi cuaca ketika musim panen. Ketika panen bertepatan dengan musim hujan maka penjemuran luar ruang tidak dapat dilakukan, sehingga petani harus menyewa ruangan untuk mengamankan hasil panen. Akumulasi persoalan-persoalan ini berakibat petani hanya dapat bersandar pada hasil kerja individual yang terbatas.

Untuk menjawab persoalan ini, Komunitas Folila didampingi oleh WALHI Maluku Utara berinisiatif untuk menjalankan program pengembangan ekonomi nusantara Wilayah Kelola Rakyat (WKR) untuk komoditi rempah. Program tersebut mendapat dukungan Pendanaan Langsung Nusantara Fund. Ada tiga kegiatan utama dalam program ini: pembuatan rumah pengering (green house) pala dan cengkih, penyiapan gudang penampungan hasil produksi WKR, dan pelatihan pembuatan minyak atsiri daun cengkih.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan terbatas antara Walhi Maluku Utara dengan Komunitas Folila pada 15 Desember 2022 di Dusun Dola, Kalaodi. Pertemuan dilakukan untuk memastikan dan menyepakati tahap-tahap pelaksanaan program. Dalam pertemuan tersebut unsur mahasiswa dari Universitas Khairun dan pemerintah tingkat kelurahan turut dilibatkan untuk memfasilitasi program tersebut.

Satu unit rumah pengering (green house) biji pala dan buah cengkih dengan kapasitas pengeringan ±500 kg dibangun. Lokasi rumah pengeringan di Dusun Dola, Kalaodi dan bisa digunakan oleh 42 Kepala Keluarga Dusun Dola secara bergantian berdasarkan ketersediaan kapasitas tampung rumah pengering cengkih dan pala. Antusiasme masyarakat sangat tinggi atas rumah pengering. Bahkan memantik semangat masyarakat untuk mengembangkan dan membangun hal serupa di dusun-dusun lain.

Gudang penampungan hasil produksi komoditas pala dan cengkih WKR komunitas juga dibangun di Kalaodi, dengan kapasitas daya tampung 5 ton. Gudang penampungan ini ditargetkan menjadi tempat penampungan sementara sebelum pengiriman ke pembeli. Gudang penampungan dikelola langsung oleh Komunitas Folila.

Pelatihan pembuatan minyak atsiri dari daun cengkih diselenggarakan pada 25 – 27 Desember 2022. Peserta yang terlibat sebanyak 15 orang peserta. Para peserta berasal dari pemuda Kalaodi, Pemerintah Kelurahan Kalaodi, dan mahasiswa magang Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate. 

Pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara memproduksi minyak atsiri dari daun cengkih bagi para peserta, namun juga mampu mengubah pola pandang masyarakat. 

Bahwa daun cengkeh yang selama ini hanya dianggap sampah ternyata memiliki nilai ekonomi sebagai bahan dasar pembuatan minyak atsiri. Pengetahuan dan keterampilan baru yang didapatkan para peserta diharapkan mampu mendorong aktivitas pengolahan daun cengkih menjadi produk minyak atsiri yang memberikan nilai ekonomi tambah bagi komunitas warga di Kalaodi. Proses pembelajaran dan dampak dalam Pendanaan Langsung Nusantara Fund yang dilaksanakan oleh Komunitas Folila adalah:

  1. Proses pembuatan rumah pengering yang berada di dusun Dola telah mendorong inisiatif Pemerintah Kelurahan Kalaodi bersama masyarakat dan Walhi Maluku Utara untuk membangun  rumah pengering tambahan di 3 dusun lainnya, yakni Dusun Kola, Golili dan Suwom. Menurut Pemerintah Kelurahan dan masyarakat, rumah pengering ini sangat membantu dalam menjawab permasalahan penanganan pasca panen cengkih dan pala.
  2. Pemerintah Kelurahan Kalaodi sebenarnya sudah mendapatkan fasilitas dari Pokja Perhutanan Sosial berupa mesin destilasi minyak cengkih dan mesin perontok buah cengkih. Namun mesin tidak difungsikan karena fasilitas tersebut tidak dibarengi dengan pelatihan keterampilan penggunaan peralatan. Pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan mesin destilasi adalah salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan pembuatan minyak atsiri daun cengkih. Sehingga warga bisa mengoperasikan dan memanfaatkan mesin destilasi yang sebelumnya tidak difungsikan untuk pengolahan daun cengkih dan pala menjadi minyak atsiri.
  3. Gudang penampungan hasil produksi masih diperuntukkan untuk menunjang hasil produksi cengkih dan pala dari 1 rumah pengering pala dan cengkih. Jika rumah pengering di 3 dusun lainnya telah terbangun maka stok hasil produksi di gudang penampung akan semakin bertambah.

Dengan melihat capaian tersebut, berikut beberapa poin rekomendasi tindak lanjut dari program Pendanaan Langsung Nusantara Fund yang telah dilakukan:

  1. Penambahan rumah pengering di Kelurahan Kalaodi dan desa dampingan Walhi Maluku Utara di Gane.
  2. Mendorong penyiapan rumah benih lokal dan rumah produksi pupuk serta pestisida organik di basis dampingan Walhi Maluku Utara (Kalaodi dan Gane).
  3. Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Maluku Utara untuk penyediaan fasilitas dan perizinan pasca produksi WKR di Kalaodi dan Gane.
  4. Survey dan pemetaan ketersediaan sumber bahan baku produksi WKR Kalaodi dan Gane.
  5. Pengujian sampel produk minyak atsiri daun cengkih di Kalaodi dan minyak kelapa kampung di Gane.

Scroll to Top