Demplot Padi Organik dengan Pola Tanam System of Rice Intensification (SRI) di wilayah Batang, Jawa Tengah

Salah satu penerima pilot project (proyek percontohan) hibah Pendanaan Langsung Nusantara Fund adalah program “Demplot Tanaman Padi Organik dengan Pola Tanam System of Rice Intensification (SRI)”. Komunitas lokal yang terlibat sekaligus penerima manfaat dalam program ini adalah Paguyuban Tri Tunggal Tani Sejahtera (PT3S) dengan pendampingan oleh Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB).

System of Rice Intensification (SRI) merupakan salah satu pendekatan dalam praktek budidaya padi yang menekankan pada manajemen pengelolaan tanah, tanaman dan air melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan ramah lingkungan (Anugrah, I. S., Sumedi, S., & Wardana, I. P. (2016). Gagasan dan Implementasi System of Rice Intensification (SRI) dalam Kegiatan Budidaya Padi Ekologis (BPE). Analisis Kebijakan Pertanian6(1), 75–99.) Selain itu, perbedaan budidaya padi metode SRI dengan konvensional salah satunya dilihat dari kebutuhan pupuk dan sumber hara yang didapatkan (Jumar et al., 2021). Kebutuhan hara pada metode SRI lebih dianjurkan menggunakan pupuk organik, sehingga biaya yang dikeluarkan tergolong murah dan efisien.

Musyawarah komunitas untuk mencapai kesepakatan terkait pengajuan pendanaan langsung Nusantara Fund

Selaras dengan penjelasan di atas, pendekatan yang digunakan pada pelaksanaan program ini adalah pembuatan demplot percontohan tanaman Padi Organik dengan pola tanam SRI dengan penekanan pada pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan ramah lingkungan. Pada tahap pengolahan tanah, lahan dipersiapkan terlebih dahulu dengan cara membersihkan lahan dari jerami dan rumput (babat galeng). Pengolahan lahan sampai dengan penanaman dilakukan oleh 10 orang petani secara gotong royong, tradisi gotong royong petani pada musim tanam padi di Batang, Jawa Tengah ini dikenal dengan istilah rompolan. Begitupun pada tahap penanaman (tandur), teknik tanam SRI yang diterapkan dilaksanakan secara gotong royong. Pada tahap pemupukan baik ketika persiapan & pengolahan lahan serta perawatan setelah tanam menggunakan pupuk kompos buatan sendiri.

Beberapa capaian dalam pelaksanaan program ini adalah:

  • Komunitas memiliki demplot tanaman padi organik dengan pola tanam SRI. Luas lahan demplot 4000 meter dan mendapatkan hasil panen 2,5 ton GKP.
  • Tumbuhnya kebersamaan dan kekompakan, petani anggota menjadi lebih rutin dan melakukan semangat kerja gotong royong (rompolan) untuk saling membantu.
  • Tumbuhnya kembali semangat petani dalam penggunaan pupuk organik.
  • Adanya pemahaman baru bagi perempuan petani khususnya dan teknik penanaman SRI yang bisa menggunakan bibit dengan mudah dan bahwa penggunaan 1 batang tidak kalah jumlah anakannya pada saat tanaman sudah dewasa.
  • Petani memahami teknik tanam SRI, tentang manfaat tanam dengan bibit muda dan jarak tanam pada tanaman padi. Total 10 orang anggota FPPB belajar secara mendalam serta melakukan praktek langsung menanam padi dengan pola tanam SRI.

Pada pelaksanaan program beberapa tantangan yang dihadapi adalah sebagai berikut: Yang pertama pada demplot percontohan di musim tanam pertama  ini (MT1) sawah mengandung terlalu banyak air, sementara metode SRI hanya membutuhkan air sedikit. Yang kedua, petani belum terbiasa menggunakan bibit muda, sehingga timbul kekhawatiran bibit muda dimakan hama keong.

Yang ketiga, petani cukup kewalahan dalam mencegah dan menanggulangi hama dan penyakit yang menyerang pada fase perawatan padi, karena belum mempunyai pengetahuan dan pemahaman utuh yang memadai. Pada saat pelaksanaan program, petani secara mandiri mempelajari pencegahan hama dan penyakit pada tanaman padi secara alami dengan menggunakan internet. Ke depan dibutuhkan pelatihan lebih lanjut untuk petani terutama terkait cara pembuatan obat alami untuk hama dan penyakit padi.

Setelah pelaksanaan program demplot, selanjutnya 10 petani akan mengaplikasikan pola tanam SRI di lahan masing-masing pada Musim Tanam ke dua (MT2), sekaligus membangun kelompok sistem pertanian gotong royong.

Kedepan hasil panen padi dapat dipasarkan melalui Lumbung Agraria Nusantara (LANUSA) KPA, jaringan pasar lokal (tradisional, supermarket), dan pemasaran online (tujuan dan hasil jangka panjang).

TENTANG PROGRAM

Program:

Demplot Tanaman Padi Organik dengan Pola Tanam System of Rice Intensification (SRI) di Batang, Jawa Tengah

Aktivitas:

Pembangunan Demplot, Pelatihan System of Rice Intensification (SRI)

Wilayah:

Desa Sengon, Desa Gondang, Desa Kuripan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah

Pelaksanaan:

01 – 31 Desember 2022

Pendamping:

Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB).

Masyarakat Adat & Komunitas Lokal:

Paguyuban Tri Tunggal Tani Sejahtera (PT3S)

Keyword:

Petani; Komunitas Petani; Demplot Padi; System of Rice Intensification; Padi Organik

Pendanaan Langsung:

Rp50.500.000,-

Target Jangka Panjang Nusantara Fund:

Pembangunan model produksi, distribusi dan konsumsi yang berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip MAKL.

Scroll to Top