Rumah Produksi Kopi KUPS Rakutak Sauyunan (©Dokumentasi KUPS Rakutak Sauyunan)
Rumah Produksi Kopi KUPS Rakutak Sauyunan (©Dokumentasi KUPS Rakutak Sauyunan)
Rumah Produksi Kopi KUPS Rakutak Sauyunan memiliki total luas bangunan 44 m2 dengan kapasitas hasil produksi per bulan mencapai 600kg gabah kopi. Buah kopi segar yang diolah menjadi gabah kopi bersumber dari 30 orang petani penggarap anggota KUPS Rakutak Sauyunan. Jarak rumah produksi kopi sekitar 1-2 km dari kebun mereka.

Rumah Produksi Kopi KUPS Rakutak Sauyunan

bagikan:

KUPS Rakutak Sauyunan, Desa Ibun, Kec. Ibun, Kab. Bandung saat ini mengelola wilayah seluas 20-30 hektar yang terletak di hamparan Gunung Rakutak, tidak jauh dari Gunung Kamojang. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang.

Atas dasar kesepakatan kelompok, wilayah kelola terbagi menjadi dua zona utama, yakni zona lindung dan pemanfaatan. Pada zona lindung yakni wilayah yang memiliki mata air dan kemiringan lebih 60 derajat, para petani berkomitmen untuk menjaga keasrian zona lindung dan tidak menjadikannya area utama menanam komoditas. Sedang pada zona pemanfaatan, ragam komoditas boleh ditanam. Kopi adalah komoditas primadona pada zona pemanfaatan. Pelaksanaan komitmen pengelolaan zona tersebut dilaksanakan oleh petani anggota kelompok pada masing-masing lahan mereka. Tak kurang dari 25 orang dari total anggota kelompok adalah petani muda.

Hamparan tanaman komoditas yang tumbuh subur di kawasan ini dahulu sukar ditemui. Bertahun-tahun lalu, kawasan ini penuh dengan kaso atau ilalang. Akar kaso yang membelit jauh ke bawah tanah jika tidak dibersihkan dapat memperparah kebakaran hutan yang dulu rutin terjadi terjadi kala musim kemarau panjang tiba. Butuh biaya Rp 40 juta-50 juta untuk membersihkan 1 hektar lahan dari kaso sampai ke lahan siap tanam. Namun kerja keras para petani mulai membuahkan hasil. Sejak dikelola masyarakat dari tahun 2017 pemulihan kawasan kritis hutan perlahan sudah menampakkan hasil positif. Sejak tahun 2022 petani sudah bisa memanen kopi, belum lagi panen dari komoditas lainnya.

Rumah Produksi Kopi (©Dokumentasi KUPS Rakutak Sauyunan / AP2SI)

Hasil panen kopi yang menggembirakan tidak lantas membuat Kelompok KUPS Rakutak Sauyunan berpuas diri. Semangat untuk terus mengembangkan potensi menjadi awal keinginan KUPS Rakutak Sauyunan untuk membangun tempat pengolahan buah kopi hasil panen mereka. Gayung bersambut, pembangunan rumah produksi kopi ini diwujudkan dengan Pendanaan Langsung Nusantara Fund.

KUPS Rakutak Sauyunan dalam program pembangunan rumah produksi kopi didampingi secara komprehensif oleh Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI). Pertemuan kelompok dilakukan di tahap awal untuk memastikan kesepakatan dan komitmen dari para anggota kelompok dalam pelaksanaan pembangunan rumah produksi kopi. Pertemuan tersebut sekaligus membahas pelibatan anggota yang mempunyai keahlian dan pengalaman dalam pertukangan. Kesepakatan lokasi pembangunan rumah produksi kopi juga tercapai dalam pertemuan yakni di lahan seluas kurang lebih 200m2 yang dikelola oleh Bapak Amir (Ketua KUPS Rakutak).

Gotong royong anggota KUPS Rakutak Sauyunan dalam pembangunan rumah produksi kopi (©Dokumentasi KUPS Rakutak Sauyunan)

Rumah Produksi Kopi KUPS Rakutak Sauyunan terdiri dari tiga ruangan dan dilengkapi dengan satu toilet. Ruang pertama adalah tempat proses sortasi, perendaman, dan ruang penggilingan buah kopi menjadi gabah kopi. Ruang kedua adalah tempat penjemuran gabah di ruang dalam (green house) dan penjemuran luar menggunakan rak penjemuran. Ruang ketiga adalah gudang penyimpanan gabah kering. Suplai listrik rumah produksi kopi ini mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya. Dengan total luas bangunan 44 m2 kapasitas produksi per bulan adalah sekitar 600kg gabah kopi. Buah kopi segar yang diolah menjadi gabah kopi bersumber dari 30 orang petani penggarap anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Rakutak Sauyunan. Jarak rumah kopi sekitar 1-2 km dari kebun mereka.

Di tengah-tengah kesibukan pelaksanaan pembangunan rumah produksi, kegiatan peningkatan kapasitas juga tidak luput dari perhatian AP2SI selaku pendamping. Kegiatan pelatihan pengolahan kopi dengan narasumber pengolah kopi dari Palintang, Bandung, dilaksanakan untuk memastikan kesiapan para petani selaku subjek utama dalam kegiatan operasional rumah produksi kopi. Proses pembangunan rumah pengolahan kopi yang dilakukan secara bersama-sama juga mendorong kedekatan dan keaktifan para anggota kelompok tani untuk melakukan pertemuan rutin lanjutan sebagai ruang belajar bersama untuk terus meningkatkan kualitas Rumah Produksi Kopi Rakutak KUPS Sauyunan.

Pelatihan pengolahan kopi (©Dokumentasi KUPS Rakutak Sauyunan)

Rumah Produksi Kopi KUPS Rakutak Sauyunan yang dibangun dengan Pendanaan Langsung Nusantara Fund telah memberikan telah bermanfaat langsung, yakni peningkatan kapasitas berikut nilai tambah ekonomi dari produk hasil panen kopi yang sebelumnya hanya senilai buah kopi (cherry) menjadi gabah kopi (green bean) siap sangrai dengan nilai jual jauh lebih menguntungkan. Nilai tambah ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Suntikan Pendanaan Langsung Nusantara Fund untuk KUPS Rakutak Sauyunan diharapkan dapat melapangkan upaya dan inisiatif mereka dalam tata kelola zona lindung dan zona pemanfaatan kawasan. Suka cita kita bersama apabila kearifan lokal tutur Sunda ‘leuweung hejo, rakyat ngejo – hutan hijau masyarakat sejahtera’ terwujud seutuhnya di kemudian hari.

TENTANG PROGRAM

Program:

Pembangunan Rumah Proses Kopi KUPS Rakutak Sauyunan di Desa Kamojang – Jawa Barat

Aktivitas:

Pembangunan rumah produksi kopi, Pelatihan Pengolahan Kopi

Lokasi:

Desa Ibun, Kec. Ibun, Kab. Bandung – Jawa Barat

Pelaksanaan:

01 s/d 31 Desember 2022

Pendamping:

Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI)

Masyarakat Adat & Komunitas Lokal:

KUPS Bukit Rakutak Sauyunan

Keyword:

Kelompok Tani; Agroforestri; Petani Muda

Pendanaan Langsung:

Rp50.000.000,-

Target Jangka Panjang Nusantara Fund:

Pembangunan model produksi, distribusi dan konsumsi yang berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip MAKL. 

Scroll to Top

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *