
Program
Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Kedaulatan Pangan Lokal bagi Komunitas Masyarakat Adat Eliasa dan Komunitas Masyarakat Adat Wowonda
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Eliasa dan Wowonda, Potret Akses dan Kedaulatan Pangan Masyarakat Adat di Kepulauan Tanimbar
Masyarakat Adat Wowonda dan Masyarakat Adat Eliasa yang hidup di wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku menyadari persoalan yang sama terkait pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat komunitasnya. Masyarakat Adat Wowonda berada di Kecamatan Tanimbar Selatan, tepatnya di Pulau Yamdena yang mayoritas anggotanya selain berprofesi sebagai nelayan juga mengolah lahan pertanian dengan budidaya sayuran. Namun, seringkali hasil panen sayur dan hasil tangkapan melaut mereka tidak laku di pasar. Sementara, mereka mengharapkan dari hasil penjualan sayur dan hasil tangkapan ikan untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahan pokok seperti beras hanya bisa mereka dapatkan dengan membeli dari produsen di desa lain.
Masyarakat Adat Eliasa yang berada di pulau lain bernama Pulau Selaru tepatnya di sebelah selatan Pulau Yamdena juga menghadapi persoalan terkait pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri di komunitasnya. Mayoritas Masyarakat Adat Eliasa berprofesi sebagai nelayan yang hidupnya sangat bergantung pada hasil laut. Dari hasil penjualan penangkapan ikan mereka gunakan untuk membeli bahan pangan pokok seperti beras. Karena mereka tidak bisa memproduksi sendiri bahan pokok seperti beras. Untuk dapat menjangkau produsen beras, Masyarakat Adat Eliasa harus membelinya ke pusat kabupaten yang berada di pulau sebelah, yaitu Pulau Yamdena.
Kedua persoalan yang dialami oleh Masyarakat Adat Wowonda dan Eliasa telah mereka sadari, dan masing-masing komunitas telah memiliki inisiatif solusi untuk menjawab persoalan tersebut. Inisiatif ini diwujudkan melalui upaya pengoptimalan pengelolaan wilayah adat. Pengolahan lahan dilakukan secara lebih beragam sesuai dengan kondisi tiap wilayah. Antara lain dengan menanam jenis tanaman pangan sebagai sumber bahan pangan pokok, selain tanaman sayuran seperti yang sudah dipraktikkan di Wowonda.
Mereka memiliki inisiatif untuk menanam jagung dan padi ladang. Hal ini menjawab persoalan utama mereka agar dapat menyediakan secara mandiri kebutuhan pangan pokok. Dalam satu bidang lahan dengan tetap memperhatikan kesesuaian kondisi lahan dengan jenis tanaman, mereka membagi dua jenis pengelolaan lahan. Sebagian untuk menyediakan bahan pokok, sebagian lain untuk melakukan budidaya tanaman sayur.
Hal ini sudah menjadi kebiasaan sejak turun temurun dalam mengelola lahan pertanian terutama padi merah dan jagung. Tidak hanya bahan pangan pokok, Masyarakat Adat Eliasa dan Wowonda melalui budidaya tanaman sayur dapat menambah pendapatan. Dalam satu waktu dan satu bentang lahan di wilayah adat, mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan pokok dan kebutuhan skala rumah tangga. Pendapatan harian mereka peroleh dari hasil penjualan budidaya sayur, serta dalam jangka panjang kebutuhan dapat terpenuhi melalui hasil panen jagung dan padi ladang.
Upaya-upaya tersebut dimaksudkan untuk mendukung kedaulatan pangan Masyarakat Adat di Eliasa dan Wowonda. Dengan menyediakan bahan pangan secara mandiri dengan memaksimalkan pengelolaan potensi yang ada di wilayah adat. Hal ini terbukti dari perubahan yang terjadi di Eliasa dan Wowonda pasca mengoptimalkan pola pengelolaan dengan cara di atas. Hasilnya, Masyarakat Adat Eliasa dan Wowonda dapat merubah cara pandang dalam pemenuhan kebutuhan dengan tetap tinggal di komunitas dan mengelola sumber penghidupan yang tersedia, dibandingkan dengan keluar mencari pekerjaan. Profesi sebagai pekerja pertanian yang awalnya dianggap sebagai pekerja sampingan mulai ditekuni dan dijadikan sebagai pekerjaan utama dalam meningkatkan pendapatan keluarga.
Secara langsung hal tersebut berdampak pada perwujudan upaya kedaulatan pangan dengan tidak lagi membeli bahan pangan dari luar wilayah adat tetapi bisa menghasilkan sendiri dan dapat menyediakan bahan pangan bagi masyarakat di sekitar Eliasa dan Wowonda.




