TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment

Cerita Tentang Roa, Pengelolaan Laut di Wayabula

Cerita Tentang Roa, Pengelolaan Laut di Wayabula

Di pesisir Desa Wayabula, Kabupaten Pulau Morotai, laut adalah sumber hidup. Ikan julung-julung yang diolah menjadi ikan roa bukan hanya untuk dijual, tetapi menjadi penopang ekonomi keluarga dan kampung.

Belakangan ini, nelayan kecil menghadapi hasil tangkapan yang menurun, biaya melaut yang tinggi, serta cuaca dan kondisi lingkungan yang tidak menentu. Penetapan kawasan konservasi dan masuknya kepentingan besar di ruang laut juga membuat ruang tangkap semakin terbatas. Dampaknya terasa langsung pada pendapatan rumah tangga.

Perempuan kemudian mengambil peran penting. Mereka mengolah ikan roa secara tradisional—mengasapi semalaman, menyiapkan bambu, hingga memasarkan hasilnya. Bersama Perkumpulan Pakativa, kelompok perempuan Putri Lolaro dan Forimoi memperkuat usaha yang sudah ada, mengembangkan produk seperti abon dan sambal roa, serta mengurus legalitas usaha agar lebih berdaya dan berkelanjutan.

Upaya ini tidak hanya soal menambah penghasilan, tetapi juga menjaga wilayah kelola kampung—hutan bambu, mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang menjadi satu kesatuan sumber kehidupan. Di Wayabula, ikan roa adalah cerita tentang kerja bersama, ketahanan ekonomi, dan hubungan yang saling menjaga antara manusia dan alam.

Scroll to Top