TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment

Ngerumat Sumber : Air, Adat dan Warisan Osing

NGERUMAT SUMBER: Rehabilitasi Mata Air dan Revitalisasi Pengetahuan Lokal Komunitas Adat Osing terkait Air sebagai Sumber Kehidupan

Produser Venedio Nala Ardisa, Penulis Naskah Anasrullah, Narasumber Sarino-Ketua Adat Osing Rejopuro, Sinematografi Gensava Fiqri, Penyunting Gambar Gensavana Fiqri, Voice Over Elza Zulandita, Penata Artistik Ilham Saifulloh, Tim Produksi Budi Hartono, Bagus Prianto, Dinda Anggun Lestari

Di wilayah adat Osing, khususnya di Kecamatan Glagah (Desa Kemiren, Desa Olehsari, Desa Kampunganyar, dan Desa Glagah) serta Kecamatan Licin (Desa Banjar), keberadaan sumber mata air kini menghadapi tekanan yang semakin serius, baik secara ekologis maupun secara kultural. Sejumlah sumber mata air mulai kehilangan daya dukungnya akibat alih fungsi lahan, berkurangnya vegetasi alami, serta memudarnya praktik-praktik adat yang selama ini berperan penting dalam merawat sumber secara spiritual dan sosial.

Di sisi lain, pengetahuan masyarakat terutama generasi muda mengenai nilai budaya dan ekologi sumber mata air juga mulai terputus. Kondisi ini berpotensi melemahkan peran komunitas dalam menjaga dan mempertahankan wilayah adatnya. Situasi tersebut diperparah dengan belum optimalnya dukungan negara dalam memperkuat praktik konservasi yang berbasis pada pengetahuan dan inisiatif masyarakat adat.

Melalui  “NGERUMAT SUMBER”, komunitas berupaya menjawab tantangan tersebut. Program ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat adat, khususnya generasi muda, dalam memulihkan kondisi fisik sumber mata air, menghidupkan kembali ritus-ritus adat yang berkaitan dengan perawatan sumber, serta mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Dengan pendekatan tersebut, upaya konservasi tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan secara teknis, tetapi juga menguatkan kembali nilai-nilai budaya dan spiritual yang selama ini menjadi fondasi utama masyarakat adat Osing dalam menjaga keberlanjutan sumber kehidupan mereka.

Scroll to Top