TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment

Perempuan Pulau Pari yang hidup dari laut belajar berkebun untuk menjaga lahan yang diklaim perusahaan, sementara krisis iklim telah menggerus 11% daratan pulau mereka.

Jangan Biarkan Pulau Pari Tenggelam !!!

Perempuan Pulau Pari lebih akrab dengan laut daripada kebun. Namun, ketika tanah di pulau mereka diklaim perusahaan, para perempuan mulai belajar berkebun dan menanami pesisir sebagai salah satu cara menjaga penguasaan warga atas lahan.

Keterlibatan mereka dalam perjuangan Pulau Pari telah berlangsung sejak 2014. Para perempuan berkumpul, mengikuti berbagai kegiatan, termasuk aksi ke Jakarta, hingga resmi membentuk Kelompok Perempuan Pulau Pari pada 2018. Menyatukan anggota dengan karakter dan keseharian berbeda membutuhkan waktu. Mereka disatukan oleh kepentingan yang sama: tetap dapat hidup dan mencari nafkah di Pulau Pari.

Bersamaan dengan klaim perusahaan atas daratan pulau, warga juga menghadapi krisis iklim. Pulau Pari di Kepulauan Seribu, Jakarta, telah kehilangan sekitar 11% daratannya. Banjir rob semakin sering terjadi dan waktunya kian sulit diprediksi dengan pengetahuan lokal warga.

Bagi Kelompok Perempuan Pulau Pari, berkebun menjadi pengalaman baru. Keseharian mereka sebelumnya banyak bersinggungan dengan laut, bukan pertanian. Namun, kebutuhan menjaga lahan membuat mereka belajar mengolah tanah dan menanam berbagai tanaman di kawasan pantai.

“Sebenarnya kita ibu-ibu tidak punya ilmu bertani, karena sehari-harinya di laut. Tapi kami harus bisa menguasai lahan. Jadi, kita tanam apa saja di sini.”

Bersama warga yang tergabung dalam Forum Peduli Pulau Pari (FPPP), kelompok perempuan juga menanam mangrove dan terlibat dalam pemulihan ekosistem pesisir. Mereka memproduksi ikan asin dan keripik sukun serta mengembangkan wisata penanaman mangrove. Hasil usaha menambah pendapatan anggota dan kas kelompok untuk membiayai kegiatan organisasi.

Kelompok Perempuan Pulau Pari ingin terus berkebun dan menanami kawasan pantai. Klaim perusahaan atas lahan masih mereka hadapi, sementara krisis iklim terus menggerus daratan pulau. Solidaritas dari luar Pulau Pari membuat mereka tahu bahwa perjuangan tersebut tidak mereka jalani sendiri.

“Ternyata, saya, warga Pulau Pari ini, berjuang tidak sendiri. Banyak yang men-support kita. Harapannya, semoga pulau kami baik-baik saja.” — Asmaniah, Kelompok Perempuan Pulau Pari

Mereka ingin tetap bertanam, menjaga pantai, dan hidup di Pulau Pari tanpa intimidasi.

Scroll to Top