
Program
Peningkatan perekonomian masyarakat adat melalui usaha peternakan babi pada komunitas pakambia
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Usaha Peternakan Kolektif, Masyarakat Adat Pakambia Atasi Kelangkaan Daging Babi di Sulawesi Tengah
Masyarakat Adat Pakambia secara rutin melaksanakan upacara adat dalam setiap hal-hal penting yang dilakukan di tingkat komunitas adat. Upacara adat ini merupakan tradisi Masyarakat Adat yang mendiami hampir seluruh Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah. Pada umumnya mereka dikenal dengan Masyarakat Adat Pamona. Masyarakat Adat Pakambia yang tepatnya berada di Desa Panjaoka merupakan bagian dari Masyarakat Adat Pamona. Tradisi yang dipelihara secara turun temurun diantaranya adalah upacara adat untuk perkawinan, kematian, panen, dan penyembuhan penyakit. Dalam pelaksanaannya, salah satu kebutuhan yang terpenting adalah dalam penyediaan menu-menu adat atau makanan tradisional yang bersifat wajib. Salah satu dari bahan utama makanan tradisional tersebut adalah daging babi.
Namun saat ini Masyarakat Adat Pakambia mengalami kelangkaan pasokan daging babi yang menyebabkan harga pasaran daging babi sangatlah tinggi. Tingginya harga daging babi tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan untuk membelinya. Hal ini berpengaruh terhadap kelancaran upacara adat yang menjadi tradisi Masyarakat Adat Pakambia.
Oleh karenanya Masyarakat Adat Pakambia berinisiatif untuk membangun peternakan babi yang dikelola secara kolektif. Hal ini sebagai upaya untuk dapat mengatasi kelangkaan daging babi dan mahalnya harga daging babi di pasaran. Sehingga Masyarakat Adat tetap dapat melaksanakan seluruh acara-acara adat dengan lancar. Selain itu inisiatif ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan perekonomian bagi Masyarakat Adat Pakambia. Melalui usaha peternakan babi ini, masyarakat tidak lagi membeli lagi daging dari luar wilayah adat mereka, tapi dapat menyediakan secara mandiri.
Inisiatif usaha peternakan ini dilakukan dengan pembangunan kandang babi berukuran 8 x 3 meter dibangun bersama oleh 37 anggota Masyarakat Adat Pakambia. Bibit babi dibeli berjumlah 14 ekor dibeli dari Kabupaten Parigi Moutong. Selain itu, inisiatif ini juga melakukan pengadaan indukan babi sebagai penyedia bibit babi secara mandiri oleh Masyarakat Adat Pakambia. Diperkirakan akan menghasilkan 140 ekor babi dalam setahun. Selain pemenuhan bahan baku upacara adat tersedia secara mandiri di komunitas, usaha ini dapat memenuhi pemasaran daging babi bagi kebutuhan masyarakat terhadap daging babi yang kedepan mampu meningkatkan perekonomian Masyarakat Adat Pakambia setidaknya di wilayah Desa Panjaoka yang berpenduduk 445 orang (187 laki-laki, 148 perempuan, 110 generasi muda).




