![[S2K037 Persatuan Petani Siantar Simalungun (PPSS)]_Pembuatan kandang kambing-05 [S2K037 Persatuan Petani Siantar Simalungun (PPSS)]_Pembuatan kandang kambing-05](https://nusantarafund.org/wp-content/uploads/elementor/thumbs/S2K037-Persatuan-Petani-Siantar-Simalungun-PPSS_Pembuatan-kandang-kambing-05-r282v2j1a78abw39awtngyij1ub3s4kc1v8354qvjk.jpg)
Program
Lokasi Pioritas Reforma Agraria (LPRA) Tanjung Pinggir “Benteng Terakhir Lumbung Pangan Kota Pematang Siantar”
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Persatuan Petani Siantar Simalungun (PPSS) merupakan organisasi rakyat yang berada di Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar yang berdiri tahun 2000. Tujuan organisasi ini adalah untuk memperkuat perjuangan petani dalam mewujudkan kedaulatan haknya atas tanah dan pemanfaatannya sebagai sumber kehidupan. Organisasi ini memiliki anggota sebanyak 80 Kepala Keluarga atau 315 orang. Hingga saat ini, petani Pematangsiantar telah menguasai dan mengolah Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) di Blok 37 Tanjung Pinggir, Pematang Siantar seluas 25 hektar (0,25 hektar setiap Kepala Keluarga) di bekas lahan perkebunan. Dari lahan tersebut, petani menanam padi dan berhasil memproduksi rerata sebanyak 5-6 ton per hektar.
Sayangnya, kecilnya luas tanah per keluarga mengakibatkan hasil panen belum mencukupi untuk pemenuhan pangan sekaligus sumber ekonomi petani. Disisi lain, dalam pengolahan pertanian, petani juga masih mengalami kesulitan untuk menerapkan konsep pertanian organik serta minimnya regenerasi bagi pemuda/i petani untuk ikut memperjuangkan hak atas tanah garapannya, rendahnya minat generasi muda disini sedikit banyak juga dipicu kenyataan sehari-hari yang umum dihadapi yakni bahwa bertani tidak memberi keuntungan secara ekonomi.
Untuk mengatasi hal ini, dengan dukungan Pendanaan Langsung Nusantara Fund, mereka mengembangkan pertanian kolektif berbasis teknik selaras alam yang terintegrasi dengan peternakan kambingdi persawahan Tanjung Pinggir. Tujuannya adalah untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan petani Tanjung Pinggir. Dalam jangka panjang, program ini juga sebagai upaya untuk menjadikan persawahan sebagai lokasi wisata sawah dan pusat edukasi pertanian di Kota Pematang Siantar.
Salah satu kegiatan utamanya adalah pengembangan pertanian dengan komoditas padi dan sayuran yang dikelola secara kolektif oleh anggota PPSS. Dengan memberikan pelatihan mengenai teknik pertanian organik, diharapkan para petani bisa memperoleh keterampilan baru dalam mengelola lahan mereka, baik dari sisi pertanian maupun pemasaran produk. Mereka juga mengadakan ternak kambing yang juga dikelola secara kolektif. Kotoran hasil ternak kambing dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Hasilnya, anggota serikat petani Pematangsiantar berhasil memiliki pengetahuan melalui pelatihan untuk memproduksi beras dan sayuran secara organik. Petani juga berhasil memproduksi pestisida organik dari kencing kambing sebagai pengganti pestisida kimia dan pupuk organik dari kotoran kambing yang dikelola secara kolektif yang dimanfaatkan langsung sebagai pestisida di sawah pertanian anggota serikat. Selain itu, PPSS juga mulai menggarap peluang baru pengembangan, yakni edukasi pertanian dan ekowisata berbasis sawah yang kedepan akan terbuka untuk masyarakat sekitar dan wisatawan.




