![S2K1025 [Persaudaraan Petani Surya Kencana Sukabumi (PPSS)] S2K1025 [Persaudaraan Petani Surya Kencana Sukabumi (PPSS)]](https://nusantarafund.org/wp-content/uploads/elementor/thumbs/S2K1025-Persaudaraan-Petani-Surya-Kencana-Sukabumi-PPSS-r0zzn9lrtl5aesucmf0wohlvwn4k3si7q3jpk8i3hs.jpg)
Program
Penyelenggaraan Pendidikan Kader Reforma Agraria (PKRA) dan Penguatan Ekonomi Persaudaraan Petani Surya Kencana Sukabumi Sebagai ujung tombak Perjuangan Reforma Agraria di tingkat Tapak
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Perkebunan Alpukat dan Akademi Reforma Agraria Sejati: Langkah Petani Surya Kencana Sukabumi (PPSS) dalam Memperjuangkan Tanah untuk Rakyat
Persaudaraan Petani Suryakencana Sukabumi (PPSS) adalah komunitas petani di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang telah berjuang sejak 1948 untuk mempertahankan lahan hunian dan garapan mereka. Lahan garapan seluas 112 hektare yang dikelola oleh 360 rumah tangga ini masih dalam konflik dengan eks-PTPN 8. Meski menghadapi berbagai bentuk intimidasi dan ancaman kriminalisasi, PPSS terus bergerak.
Komunitas petani ingin agar pemerintah segera mengakui hak tanah garapannya. Karena tanah garapan tersebut merupakan satu-satunya sumber utama penghidupannya sebagai petani yang telah digarap secara turun-temurun. Sebagai bagian dari upaya memperkuat perjuangan hak-hak komunal atas tanah, PPSS dengan dukungan Pendanaan Langsung Nusantara Fund, menginisiasi pelatihan Akademi Reforma Agraria Sejati (ARAS) dan usaha kolektif alpukat.
Pelatihan ARAS dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas 50 kader komunitas petani yang terdiri dari 30 laki-laki dan 20 perempuan. Peserta berasal dari jajaran pengurus, kelompok muda, serta perempuan petani yang tergabung dalam PPSS. Materi pelatihan mencakup reforma agraria, hukum agraria, advokasi, DaMaRa (Desa Maju Reforma Agraria), serta pengelolaan organisasi. Dengan pelatihan ini, PPSS memperkuat dan menambah barisan kader yang mampu memperjuangkan hak atas tanah secara strategis dan terorganisir.
Selain pendidikan agraria, PPSS juga upaya penguatan organisasi juga dilakukan, melalui usaha kolektif budidaya alpukat di lahan garapan seluas 10 hektare Desa Langensari. Alpukat dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta manfaatnya dalam meningkatkan tutupan lahan garapan. Penanaman alpukat tidak hanya membantu rehabilitasi lahan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa komunitas mampu mengelola tanah secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, PPSS ingin menunjukkan kepada pemerintah bahwa pengelolaan kolektif yang mereka jalankan bukan cuma untuk keuntungan segelintir orang, tapi bermanfaat langsung untuk kesejahteraan petani sekaligus menjaga lingkungan. Perjuangan PPSS adalah bukti bahwa komunitas petani memiliki kapasitas untuk mengelola sumber daya secara berkelanjutan dan mandiri.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Akademi Reforma Agraria Sejati menciptakan kader yang lebih siap dalam advokasi agraria, sementara budidaya alpukat memberikan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi petani. Dengan pendekatan ini, PPSS berhasil memperkuat solidaritas, soliditas, dan kesejahteraan ekonomi komunitas petani, memantapkan langkah PPSS ke depan dalam memperjuangkan hak atas tanah untuk rakyat.




