TOTAL DANA 2025 - 2027

$500,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Pelatihan pengenalan risiko dan keuntungan pertanian ramah lingkungan-03
Sumber Foto : Pondok Pesantren Furu Raudatul Baqiat
Program

Mendorong Kemandirian Pesantren melalui Praktik Ekonomi Lestari

Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Serang, Banten
Pendanaan Langsung
Rp100,000,000
Periode
Mulai
25/05/2024
Berakhir
24/08/2024
Target
Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Praktik Ekonomi Lestari di Pondok Pesantren Padarincang 

Mayoritas masyarakat di Desa Cisauk dan Desa Batu Kuwung, Padarincang, Banten menggantungkan hidup dari praktik pertanian. Namun, usaha itu terancam dengan hadirnya rencana investasi untuk pembangunan pembangkit listrik bertenaga panas bumi (PLTPb) atau geothermal. Kebutuhan air untuk geothermal yang sangat banyak itu tentu akan mengambil jatah kebutuhan air pertanian masyarakat. Belum lagi, pembangunan geothermal juga akan memperbesar potensi terjadinya bencana lain, seperti kekeringan, banjir, dan longsor.

Dampak buruk itu tentu juga akan dirasakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Furu Raudatul Baqiat yang berlokasikan di kecamatan yang sama. Terhitung sampai dengan tahun 20214, sudah 15 tahun masyarakat Padarincang gigih menolak pembangunan PLTPb, termasuk Furu Raudatul Baqiat dan beberapa ponpes lain yang berada di wilayah ini. Aksi warga Padarincang sementara waktu berhasil menghentikan pembangunan PLTPb, walau belum sepenuhnya batal.

Untuk memperkuat gerakan ke depan, maka Ponpes Furu Raudatul Baqiat memilih jalan alternatif yakni penguatan ekonomi dengan pertanian berkelanjutan ramah lingkungan. Fokus juga ditekankan pada n peningkatan kapasitas para santri sebagai bekal setelah lulus nanti. Dengan dukungan Pendanaan Langsung Nusantara Fund, ragam upaya seputar pertanian berkelanjutan. Kegiatan-kegiatannya meliputi pelatihan pengelolaan pakan kambing, pelatihan membaca kalender musim dan tata guna lahan, pengenalan risiko dan keuntungan pertanian ramah lingkungan, serta pelatihan pengelolaan biogas dan pupuk organik. 

Penetapan topik pertanian ramah lingkungan ada hubungannya dengan praktik pertanian yang dilakukan oleh masyarakat sekitar ponpes. Mayoritas pertanian di sekitar ponpes dikelola dengan menggunakan bahan kimia. Itulah tujuan besar dari peningkatan kapasitas santri, yaitu untuk mengintegrasikan pertanian di ponpes dengan pertanian masyarakat sekaligus untuk mempengaruhi masyarakat sekitar untuk mempraktikkan pertanian berkelanjutan yang bebas dari penggunaan bahan kimia.

Dalam pelaksanaannya, program di Ponpes Furu Raudatul juga berbagi  peran denganponpes lain, seperti Ponpes Barakatul Ad’iyah dan Ponpes Darul Murokobah. Oleh sebab itu, peserta pelatihan pun merupakan santri dari 3 ponpes tersebut dan masyarakat Padarincang yang tertarik dengan topik pertanian berkelanjutan. Selain pelatihan, Pendanaan Langsung Nusantara Fund juga digunakan untuk pengadaan indukan kambing yang dibagikan ke tiga ponpes tadi. Kambing-kambing itu nantinya akan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di tiga ponpes, baik dari perkembangbiakan ternak maupun dari kotoran yang dihasilkan. 

Pelaksanaan program di ponpes juga ada tantangannya, seperti saat pelatihan pengelolaan biogas. Lantaran ada perlengkapan yang harus dibeli dari luar Padarincang dan tentunya akan memperbesar anggaran, akhirnya pelatihan hanya dilaksanakan pada penyampaian teori atau tidak sampai pembuatan instalasi tangki biogas. Demikian juga tentang perawatan ternak kambing. Di ketiga ponpes, ternak kambing yang dirawat ada yang mati karena sakit. Namun, seiring perjalanan waktu, para santri kini telah memahami cara mengetahui tanda kambing sakit dan bagaimana cara menangani.

Program ini secara langsung memberikan manfaat kepada santri dan ponpes yang terlibat dalam kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas. Namun, jika berbicara dampak luas, program ini juga memiliki peluang memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar ponpes di Padarincang, khususnya berbicara soal pengaruh pelaksanaan pelatihan pertanian berkelanjutan kepada masyarakat luas.

Scroll to Top