TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Program

Pengembangan sekolah lingkungan aceh (SLA) sebagai wadah regenerasi kader lingkungan hidup di Aceh

Organisasi Penanggung Jawab
WALHI
Lokasi
Aceh
Pendanaan Langsung
Rp99,670,000
Periode
Mulai
01/06/2025
Berakhir
30/10/2025
Target
5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Sekolah Lingkungan Aceh: Regenerasi Kader Lingkungan Hidup di Aceh

Sekolah Lingkungan Aceh telah berdiri sejak tahun 2019 khususnya untuk melakukan perluasan gerakan lingkungan ditengah dampak ekologis dari deforestasi masif dan krisis iklim yang telah dihadapi oleh Aceh dengan tingkat kepedulian yang rendah di generasi muda Aceh. SLA telah melahirkan kelompok muda penggerak kesadaran lingkungan di Aceh. Pendanaan langsung Dana Nusantara menguatkan inisiatif lanjutan di tahun 2025 untuk kapasitas kelembagaan termasuk fasilitas penunjang, perbaikan kualitas kurikulum, regenerasi kepemimpinan SLA, dan juga perluasan dukungan isu dan gerakan lingkungan terutama berjejaring dengan sekolah formal, kelompok agama, kelompok rentan,  kampus, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil di Aceh. Sehingga gerakan lingkungan dapat bertransformasi menjadi gerakan sosial bersama untuk keadilan ekologis di Aceh.

Di tahun 2025, Sekolah Lingkungan Aceh (SLA) berhasil melahirkan angkatan ketujuh sebagai kader lingkungan hidup di Aceh. Melalui dukungan Dana Nusantara (Danus), proses belajar-mengajar di SLA berjalan dengan lancar, dengan jumlah pertemuan sebanyak 15 (lima belas) kali pertemuan. Tema yang disampaikan antara lain:  Pengurus juga  telah melakukan serangkaian kegiatan untuk pengembangan SLA mulai dari peningkatan fasilitas penunjang, pengembangan kurikulum hingga penguatan jejaring. Seluruh kegiatan berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga dapat memperkuat posisi SLA sebagai wadah regenerasi kaderisasi lingkungan hidup di Aceh. SLA telah memiliki sejumlah fasilitas penunjang untuk kelancaran proses belajar-mengajar dan melaksanakan program yang telah disusun pengurus SLA. Fasilitas penunjang yang dimaksud berupa penimbunan lantai tempat sekretariat SLA, pengadaan kursi, meja, whiteboard dan perlengkapan dasar lainnya. Lewat perbaikan ini terasa dampak secara langsung, khususnya pada saat proses belajar-mengajar yang terasa lebih efektif. Selain peningkatan fasilitas penunjang, SLA juga mendapatkan dukungan pembaruan dan pengembangan kurikulum melalui beberapa kali FGD dengan melibatkan berbagai pihak. Kurikulum yang telah dihasilkan telah disusun untuk berbagai dinamika kebijakan dan persoalan lingkungan hidup yang terjadi salam ini, khususnya di Aceh. Dan materi yang disampaikan kepada siswa diupayakan relevan dengan konteks kekinian dan mampu menumbuhkan daya pikir kritis terutama apa yang dapat dilakukan sebagai kader muda di persoalan lingkungan di Aceh.

Dukungan Danus juga memberikan dampak positif untuk internal SLA dengan adanya penguatan kelembagaan. Pengurus SLA mendapatkan pengalaman dalam pengelolaan keuangan, manajemen organisasi, serta lobi dan kolaborasi lintas lembaga. Peningkatan kapasitas manajerial tersebut semakin memperkuat kapasitas pengurus SLA dalam melahirkan regenerasi kepemimpinan yang berwawasan lingkungan. Inisiatif SLA memberikan dampak melahirkan 39 kader-kader muda baru yang peduli persoalan lingkungan. Keberadaannya menjadi strategis sebagai wadah regenerasi kader lingkungan di Aceh. Dukungan secara berkelanjutan sangat dibutuhkan agar SLA mampu memperluas pengaruh, dampak serta perubahan untuk mencetak lebih banyak lagi generasi muda yang siap menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Aceh.

Scroll to Top