Program
Memperkuaat Organisasi Rakyat Melalui Penguatan Ekonomi, Inovasi Tata Produksi Dan Tata Distribusi
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Target 4 – Approved TBS
Pertanian Selaras Alam Meningkatkan Kesejahteraan Serikat Petani Majalengka
Organisasi Rakyat Serikat Petani Majalengka (SPM) memiliki basis anggota yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Majalengka. SPM memiliki penguasaan tata kuasa atas lahan seluas kurang lebih 1.500 hektare dengan yang dikelola oleh 800 kepala keluarga (KK). Selama ini, terkait pengelolaan pertanian, SPM masih mengandalkan pupuk dan pestisida kimia sehingga selain ongkos operasionalnya tinggi juga menyebabkan kerusakan pada tanah. Belum lagi soal ketergantungan petani terhadap tengkulak yang mengakibatkan jatuhnya harga dan sulitnya mencapai kesejahteraan ekonomi.
Perihal itu disadari oleh para petani SPM. Inisiatif yang mereka kerjakan guna menyikapi problem tersebut ialah membentuk tim kerja yang mampu mempraktikkan pengelolaan pertanian berkelanjutan untuk tujuan kolektif. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, para petani SPM mengolah bahan-bahan di sekitar, seperti dedaunan, sampah (organik) rumah tangga, ranting kering, dan bahan-bahan lain untuk dijadikan pupuk organik. Kegiatan pertanian organik dilakukan dalam lahan demplot sebagai percontohan. Kedua, untuk mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak, mereka mulai mengembangkan lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, yaitu koperasi. Terkait produksi dan penjualan, mereka juga berkolaborasi dengan Rice Milling Unit Lumbung Agraria Nusantara (RMU LANUSA).
Program tersebut telah menjadi strategi baru bagi para petani anggota SPM untuk mengatasi tingginya biaya produksi dalam praktik pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Pada tingkat pengetahuan, para petani juga memperoleh pengetahuan baru yang memanfaatkan bahan-bahan di sekitar untuk produksi pupuk organik. Dalam pertanian berkelanjutan, para petani SPM mengembalikan praktik bercocok tanam yang selaras dengan alam dan dengan biaya yang lebih murah. Begitu juga dengan praktik ekonomi koperasi, para petani berhasil membangun praktik ekonomi berbasis keanggotaan (koperasi) yang pola ekonominya berdasarkan pada kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan anggota. Program ini berimplikasi terhadap aspek sosial sebesar 3.914 jiwa. Rinciannya meliputi 1.467 laki-laki, 1.469 perempuan, dan 978 generasi muda.




