Program
Pembangunan Sarana Pendidikan Rakyat dan Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Untuk Mewujudkan Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA)
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Budidaya Ternak Sapi Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Ketergantungan akan sawit di Indonesia selaras dengan tuntutan dan kebutuhan industri. Namun, tidak semua pertanian dan petani sawit memperoleh pundi keuntungan besar dari sana. Contohnya ialah para petani Serikat Tani Tebo (STT) di Dusun Kelapa Kembar, Desa Lubuk Mandarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Jambi. Para petani STT ialah termasuk petani yang terpaksa membudidayakan sawit karena kondisi. Kepemilikan lahan sawit pun berkisar 2-5 hektare. Jumlah kepemilikan lahan kurang dari 10 hektare tidak cukup menyejahterakan petani, dibandingkan dengan biaya perawatan, operasional, dan teknis lain. Harga sawit yang fluktuatif juga mempengaruhi; terkadang harga sawit sangat jatuh di pasaran sehingga memaksa para petani untuk mencari pemasukan alternatif. Ketergantungan petani atas pupuk kimia juga menjadi problem karena produk tersebut sering langka di pasaran.
Kondisi itu diperparah dengan ketiadaan infrastruktur bangunan sekolah yang berpengaruh kepada kualitas pengetahuan anak. Selama ini, para anggota STT menyekolahkan anak mereka di desa tetangga yang memiliki fasilitas sekolah. Untuk mencapai sekolah tersebut, jaraknya kurang lebih 6 kilometer dan ditempuh dengan jalan kaki. Masyarakat telah membangun gedung sekolah sederhana secara swadaya. Sampai saat ini sudah berjalan 4 tahun dan telah memiliki 60 siswa dan 5 guru.
Problem ekonomi dan pendidikan tersebut kemudian diatasi dengan budidaya ternak sapi dan pembangunan gedung sekolah yang lebih layak. Budidaya ternak sapi dimaksudkan untuk menambah pendapatan para anggota STT. Sistem yang dipakai dalam pengelolaan ternak sapi ialah bagi hasil antara perawat ternak dengan organisasi. Keberadaan sapi itu juga untuk produksi pupuk kompos atau organik yang sekaligus mengurangi ketergantungan kepada pupuk kimia dan menekan biaya operasional pemupukan. Pembangunan sekolah yang layak guna mendukung pendidikan anak. Dari inisiatif budidaya ternak sapi, program ini menyimpan potensi ekonomi sebesar Rp49.500.000 per tahun. Nilai itu dihitung dari perkembangbiakan dan penggemukan ternak. Sementara dampak dari aspek sosial program ini mencapai 6.697 jiwa, dengan rincian 2.633 laki-laki, 2.391 perempuan, dan 1.673 generasi muda.




