ECO-BUSINESS.com – Tropical Forest Forever Facility (TFFF), sebuah mekanisme pembiayaan baru yang diumumkan menjelang COP30 di Brasil. Mekanisme ini bertujuan mendanai komunitas yang berada di garis depan krisis alam, termasuk Masyarakat Adat dan komunitas lokal, dengan pengakuan atas peran sentral mereka dalam melindungi hutan tropis dunia.
Menurut Eco-business sistem pembiayaan sebelumnya terlalu birokratis, terfragmentasi, dan kerap tidak melibatkan persetujuan masyarakat. Penulis menyebut hanya sebagian kecil dari bantuan iklim global yang langsung diterima komunitas, meskipun mereka mengelola lebih dari 610 juta hektare hutan dan 40 persen kawasan biodiversitas penting dunia.
Sebagai bagian dari sistem yang lebih adil, penulis menyebut tiga model dana berbasis komunitas yang telah berjalan: Podaali Fund di Brasil, Nusantara Fund di Indonesia, dan Territorial Fund di Mesoamerika. Dana-dana ini diklaim transparan, digerakkan oleh komunitas, dan berakar pada sistem pengetahuan lokal. Meski begitu, pendanaan bagi inisiatif-inisiatif ini dinilai masih jauh dari mencukupi.
“Clean water, stable rainfall, climate balance, biodiversity – these are not just ecosystem services. They are sacred legacies we’ve protected for generations, often at great cost, including our lives.”
Sumber: https://www.eco-business.com/id/opinion/indigenous-forest-peoples-can-finally-control-nature-finance/

