TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment

Publikasi

Scaling-Indigenous-Centered-Climate-Action-on-the-Road-to-Impact-07-11-2025_05_24_PM

From Uprooted to Uplifted: The Movement to Restore Indigenous Land Rights

Liputan

Para peserta pertemuan Brazzaville perempuan adat dan komunitas lokal di Afrika Tengah dan Congo Basin berpartisipasi dalam diskusi melingkar. (Foto: Victoire Douniama, Rights and Resources Initiative) SSRI.org – Stanford Social Innovation Review (SSIR) mempublikasikan artikel panjang yang mengulas gerakan global pemulihan hak tanah untuk Masyarakat Adat, komunitas lokal, dan masyarakat Afro-keturunan sebagai strategi utama mitigasi […]

From Uprooted to Uplifted: The Movement to Restore Indigenous Land Rights Read More »

Perempuan Adat Tilung Indung: Dari Aksara ke Akar

Artikel, Cerita

Perempuan AMAN PHD Tilung Indung merupakan Organisasi Sayap Persekutuan Perempuan Adat Nusantara Aliansi Masyarakat Adat Nusantara berbentuk Pengurus Harian Daerah bernama Tilung Indung yang berarti “rumah Ibu”. Terbentuk atas dasar keinginan dari Perempuan Adat di Hulu Sungai Tengah memiliki wadah untuk dapat menyampaikan pendapat, aspirasi, dan aktif dalam perjuangan hak-hak Masyarakat Adat di Kalimantan Selatan.

Perempuan Adat Tilung Indung: Dari Aksara ke Akar Read More »

Pattiro Toa Bergerak: Menjemput Pengakuan Wilayah Adat

Artikel, Cerita

Masyarakat Adat Pattiro Toa merupakan komunitas masyarakat yang berada di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai dengan wilayah adat seluas 1.125,5 hektar yang dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan. Sebelum ada dominasi penguasaan lahan oleh pemerintah, Masyarakat Adat Pattiro Toa hidup damai, bebas dari teror dan ancaman perampasan wilayah adat. Namun, semuanya berubah saat pemerintah mulai

Pattiro Toa Bergerak: Menjemput Pengakuan Wilayah Adat Read More »

Rempang Tanah Tumpah Darah

Cerita

Hari itu, Rabu, 14 Agustus 2024, Ismail dan Riadi berkunjung ke Kantor Nusantara Fund, kira-kira pukul 16.00 WIB. Mereka berdua adalah masyarakat Kampung Pasir Panjang, Rempang, Kepulauan Riau. Bersama dengan masyarakat Rempang yang lain, mereka menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Tiongkok hari itu. Nusantara Fund secara khusus mengundang mereka berdua untuk bertukar kisah tentang

Rempang Tanah Tumpah Darah Read More »

February 6, 2025 nusa-antara.co.id YBS Gelar FGD: Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi di Komunitas Adat Ba’tan

YBS Gelar FGD: Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi di Komunitas Adat Ba’tan

Liputan

FGD pengelolaan sampah terpadu terintegrasi di Komunitas Adat Ba’tan, bertempat di Kantor Kelurahan Battang, Palopo, Kamis, 6 Februari 2025. (Foto: Nusa-antara.co.id) NUSA-ANTARA.co.id – Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai pengelolaan sampah terpadu dan terintegrasi di komunitas adat Ba’tan, bertempat di Kantor Kelurahan Battang, Wara Barat, Kota Palopo, pada Kamis, 6 Februari

YBS Gelar FGD: Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi di Komunitas Adat Ba’tan Read More »

Tanah, Identitas, dan Kisah Uma Saerejen

Cerita

Di Kepulauan Mentawai, komunitas Masyarakat Adat Uma Saerejen masih senantiasa menjaga hutan, tanah, dan tradisi dalam kesehariannya. Bertempat di Dusun Sirilanggai, Desa Malancan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Berjarak 10 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten dan dapat ditempuh dengan transportasi laut dari Padang selama 4 jam hingga 12 jam, tergantung jenis transportasi laut yang

Tanah, Identitas, dan Kisah Uma Saerejen Read More »

Ford How-Indigenous-Peoples-and-Local-Communities-Are-Shaping-the-Future-of-Climate-Funding_Body10

How Indigenous Peoples and Local Communities Are Shaping the Future of Climate Funding

Liputan

Pelatihan menenun oleh Kelompok Perempuan Penenun Maju Bersama, Sawahlunto, Sumatera Barat (Foto: Nusantarafund.org) FORDFOUNDATION.org – Peran penting Masyarakat Adat dan komunitas lokal (IP dan LC) dalam membentuk sistem pendanaan iklim yang lebih adil dan langsung. Artikel mencatat bahwa meskipun IP dan LC secara legal memiliki sekitar 11% lahan dunia dan mengelola lebih dari sepertiga hutan

How Indigenous Peoples and Local Communities Are Shaping the Future of Climate Funding Read More »

Pergerakan Petani Banten (P2B): Sekolah Rakyat untuk Reforma Agraria

Artikel, Cerita

Semangat perjuangan petani untuk reklaiming hak komunal atas tanah di Desa Gunung Anten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terutama dipicu oleh krisis agraria yang dirasakan masyarakat yang mengalami ketimpangan sosial-ekonomi, termasuk ketimpangan penguasaan tanah. Di saat yang sama, pada tahun 1985 terdapat lahan konsesi perkebunan karet seluas 1.100 hektar yang diberikan pemerintah dalam bentuk Hak Guna

Pergerakan Petani Banten (P2B): Sekolah Rakyat untuk Reforma Agraria Read More »

January 23, 2025 Atmago.com FGD, YBS Ajak Masyarakat dan Komunitas Adat Ba’tan Kelola Sampah

FGD, YBS Ajak Masyarakat dan Komunitas Adat Ba’tan Kelola Sampah

Liputan

Focus Gorup Discussion (FGD) tentang pengelolaan sampah terpadu dan terintegrasi di wilayah komunitas Adat Ba’tan di Kantor Kelurahan Battang Barat, Wara Barat, Palopo, Kamis (23/1/2025). (Foto: Muh. Ishari) ATMAGO.com – Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo memfasilitasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Kamis, 23 Januari 2025, di Kantor Kelurahan Battang Barat, Wara Barat,

FGD, YBS Ajak Masyarakat dan Komunitas Adat Ba’tan Kelola Sampah Read More »

Sejumlah perempuan dari komunitas Masyarakat Adat Sendana, Majene, Sulawesi Barat, tampak sibuk mengolah limbah ikan tuing-tuing pada Kamis, 16 Januari 2025.

Kuma To Malolo, Mengolah Limbah Ikan Tuing-Tuing

Liputan

Sejumlah perempuan dari komunitas Masyarakat Adat Sendana, Majene, Sulawesi Barat, tampak sibuk mengolah limbah ikan tuing-tuing pada Kamis, 16 Januari 2025. (Sumber foto: Tempo.witness.co) WITNESS.TEMPO.co – Sekelompok perempuan adat dari Komunitas Masyarakat Adat Sendana di Majene, Sulawesi Barat, membentuk kelompok usaha bernama KUMa To Malolo yang fokus pada pengolahan limbah ikan tuing-tuing. Aktivitas ini berawal

Kuma To Malolo, Mengolah Limbah Ikan Tuing-Tuing Read More »

Scroll to Top