Program
Membangun Kekuatan Ekonomi Rakyat Penunggu melalui Koperasi Produsen BPRPI Tanjung Gusta
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Koperasi Kampong Tanjung Gusta Medan, Solusi Pemenuhan Kebutuhan Bersama
Pada masa kolonial, tanah-tanah Masyarakat Adat Rakyat Penunggu disewa pemerintahan kolonial untuk kepentingan perusahaan-perusahaan perkebunan Belanda seperti Deli Maatschappij, Tabak Maatschappij, dan lain-lain. Atas penggunaan tersebut, Rakyat Penunggu memperoleh Hak Jaluran dari Pemerintahan Belanda, kompensasi berupa uang, beasiswa, dan juga hak bercocok tanam pada tanah bekas tanaman tembakau. Pada saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia, melalui gerakan nasionalisasi perusahaan asing, tanah-tanah Rakyat Penunggu yang disewa untuk membangun perusahaan Belanda dirampas oleh negara. Berpuluh tahun Rakyat Penunggu memperjuangkan tanah ulayat mereka, hingga kini baru tanah seluas 35 hektare yang telah mereka duduki dan kelola kembali. Itu pun mereka masih harus menghadapi intimidasi dan ancaman dari aparat keamanan sampai sekarang. Bahkan tahun 2015, Kampong Tanjung Gusta termasuk dalam rencana pengembangan perumahan elit dalam proyek Deli Megapolitan.
Selama masa perjuangan itu, persoalan lain muncul, yaitu pemenuhan kebutuhan pangan. Rakyat Penunggu banyak yang jatuh miskin dan kelaparan karena tak sanggup membeli harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. Kenaikan harga barang kebutuhan pokok itu tidak sebanding dengan pendapatan anggota Rakyat Penunggu yang mayoritas ialah petani.
Itulah yang mendasari inisiatif pembentukan Koperasi Produsen BPRPI Kampong Tanjung Gusta. Ruang penyimpanan produk telah dibangun, selesai pada April 2025. Demikian juga tim kerja yang dibentuk juga telah dibekali dengan pemahaman terkait manajemen pengelolaan koperasi. Untuk pengadaan barang, Tim Kerja Koperasi Produsen BPRPI Kampong Tanjung Gusta membeli dari kampung-kampung anggota BPRPI yang masih ada sawah atau bekerja sama dengan pabrik-pabrik di sekitar Medan dan Deli. Dalam sebulan, Koperasi Produsen mampu mendistribusikan 4 ton beras, 1.200 liter minyak goreng, dan 4 ton gula. Dengan rincian peredaran tersebut, Koperasi Produsen BPRPI Kampong Tanjung Gusta menyimpan potensi ekonomi sebesar Rp1.896.000.000 per tahun. Usaha kolektif itu terbukti menjadi pusat perekonomian Rakyat Penunggu, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Program ini berimplikasi dampak sosial sebesar 32.342 jiwa dengan rincian 12.087 laki-laki, 12.170 perempuan, dan 8.085 generasi muda.




