TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Program

Penguatan Gerakan Reforma Agraria dan Ekonomi Kreatif Perempuan Tani FUTASI di Tengah Ancaman Penggusuran PTPN III

Organisasi Penanggung Jawab
KPA
Lokasi
Sumatera Utara
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
01/12/2024
Berakhir
30/05/2025
Target
4. Model produksi, distribusi, dan konsumsi yang berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda
Status
Berjalan

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Petani SEPASI Membangun Kedaulatan Ekonomi Kerakyatan

Sejak 2004, para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Sejahtera Indonesia (SEPASI) menempati dan memanfaatkan lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Kebun Bangun I sebagai pemukiman dan lahan pertanian. Tanah yang digarap seluas 125,9 hektare. Status tanah itu diperkuat oleh surat (Pelaksana Tugas/Plt) Walikota Siantar 2003-2004 Kurnia Rajasyah Saragih yang merekomendasikan supaya HGU PTPN III tidak diperpanjang lagi. Namun situasi berubah setelah perpindahan kekuasaan dan kebijakan pembangunan di Kota Siantar. Dimulai tahun 2010 saat Pemerintah Kota (Pemkot) Siantar membangun jalan lingkar (ring road) luar kota yang melewati wilayah pertanian anggota SEPASI. Saat itu SEPASI tidak menolak pembangunan tersebut karena merasa pembangunan itu penting. Lalu tahun 2019, melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Siantar-Parapat dibangun dan sekali lagi proyek itu melewati lahan pertanian SEPASI. Situasi tersebut membuat PTPN III melirik kembali lahan yang sudah dimanfaatkan petani dan mulai memasang plang serta melarang masyarakat untuk mengelola tanah tersebut lagi. Puncaknya, tahun 2022 aparat keamanan diturunkan untuk menggusur para petani SEPASI dari lahan tersebut. Bentrok tak terhindarkan dan kerugian besar dialami masyarakat dengan hancurnya bangunan permukiman, tanaman, serta hilangnya pendapatan ekonomi masyarakat.

Setelah sekian tahun berjuang untuk mempertahankan tanah dari ancaman perampasan terstruktur, pengurus SEPASI merasa penting untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya melalui kegiatan di luar pertanian. Dengan konflik yang masih berlangsung, mereka merasa kesulitan meneruskan pekerjaan di sawah. Melalui keputusan bersama, mereka bersepakat untuk menciptakan pendapatan alternatif. Bentuknya antara lain budidaya kambing dan produksi kain ulos. Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan keluarga, para anggota memanfaatkan pekarangan masing-masing untuk menanam tanaman hortikultura, yakni bawang. Untuk menaungi usaha bersama itu mereka mendirikan koperasi produksi kreatif dan menjual produk-produk anggota ke pasaran lokal.

Dari budidaya ternak kambing, inisiatif yang dilaksanakan SEPASI menyimpan potensi ekonomi sebesar 96 juta rupiah per tahun. Hitungan itu didasarkan pada jumlah anakan kambing yang dihasilkan dari indukan per tahun. Harga yang dipakai berlaku di pasar lokal. Sementara usaha produksi kain ulos menyimpan potensi ekonomi sebesar Rp12 juta-Rp18 juta per tahun, dengan perhitungan ada 10-15 kain ulos yang bisa diproduksi dalam waktu sebulan. Harga pasaran lokal ditetapkan sebesar Rp100 ribu. Jadi total potensi ekonomi dari inisiatif SEPASI berkisar antara Rp108 juta-Rp114 juta per tahun. Terkait aspek sosial, inisiatif ini berdampak terhadap 2.583 jiwa. Rinciannya antara lain, 967 laki-laki, 971 perempuan, dan 645 generasi muda.

Scroll to Top