
Program
Pembangunan Pusat Pendidikan bagi Pemuda dan Perempuan Rakyat Penunggu sebagai Kaderisasi Organisasi
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
MERAWAT PERJUANGAN RAKYAT PENUNGGU KAMPONG TERJUN MELALUI PENDIDIKAN GENERASI MUDA
Selama bertahun-tahun Masyarakat Adat Rakyat Penunggu berkonflik dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II. Konflik itu termasuk dalam wilayah Rakyat Penunggu di Kampong Terjun yang menjadi anggota Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI). Menurut sejarah berladang reba (perladangan berpindah-pindah), wilayah adat Rakyat Penunggu di Kampong Terjun seluas 450 hektare. Wilayah itu masih dalam sengketa dengan PTPN II. Pada tahun 1995 Rakyat Penunggu Kampong Terjun dengan BPRPI berhasil menduduki kembali sebagian lahan seluas 58 hektare yang ditinggali oleh masyarakat Kampong Terjun sampai saat ini. Itulah yang menjadi arah perjuangan BPRPI dan juga Rakyat Penunggu Kampong Terjun selama ini, yaitu menuntut pengembalian tanah adat milik mereka.
Guna mendukung perjuangan menuntut pengembalian wilayah adatnya, Rakyat Penunggu Kampong Terjun selalu berupaya meningkatkan pendidikan generasi muda. Strategi itu dilakukan supaya regenerasi organisasi dan transfer ilmu antar generasi terkait reforma agraria sejati tetap terjaga. Juga, dengan begitu perjuangan mereka tetap dapat dilanjutkan oleh generasi baru. Itulah yang mendasari inisiatif pembangunan pusat pendidikan bagi pemuda dan perempuan Rakyat Penunggu. Bangunan itu telah selesai dibangun pada Januari 2025 dan telah dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan atau pelatihan. Rakyat Penunggu Kampong Terjun juga membuka diri penggunaan pusat pendidikan itu untuk Rakyat Penunggu lainnya yang ada di luar Kampong Terjun.
Dengan berdirinya pusat pendidikan tersebut, Rakyat Penunggu Kampong Terjun dapat mengupayakan regenerasi sekaligus mempertahankan perjuangan kolektif demi menuntut pengembalian wilayah adat mereka. Program ini diperkirakan berdampak terhadap 630 orang, dengan rincian 236 laki-laki, 236 perempuan, dan 158 generasi muda.




