Program
Ternak Ayam Kampung bagi Perempuan Adat dan Pengelola Sekolah Adat di Sekolah Adat Dangiang Batuwangi | Budidaya Ikan Bawal dan Usaha Ikan Asap bagi Pemuda dan Perempuan Adat di Sekolah Adat Kp. Dukuh
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Peternakan Ayam Sekolah Adat Dangiang Batuwangi untuk Kemandirian Keuangan dan Keberlanjutan Tradisi
Sekolah adat merupakan bagian penting dalam struktur Masyarakat Adat karena berperan sebagai sarana untuk mewariskan pengetahuan tradisional Masyarakat Adat, meliputi pengetahuan tentang pangan lokal, obat tradisional, sistem pertanian, dan pelestarian nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Namun demikian, sekolah adat sering menghadapi tantangan dalam mewujudkan kemandirian keuangan. Sebagai lembaga pendidikan yang melayani anak-anak Masyarakat Adat, sekolah adat belum memiliki sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan, sehingga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya.
Padahal, untuk mendukung keberlanjutan dan peningkatan kualitas pendidikan, sekolah adat memerlukan dukungan pendanaan yang memadai. Dana tersebut dibutuhkan untuk rehabilitasi bangunan, pemeliharaan sarana dan prasarana hingga peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Menyadari pentingnya kemandirian keuangan tersebut, Kelompok Pemuda Adat dan Perempuan Adat yang terlibat dalam Sekolah Adat Dangiang Batuwangi berupaya mengembangkan sumber pendapatan mandiri melalui usaha peternakan ayam.
Inisiatif ini diwujudkan dengan membentuk Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA) sebagai wadah pengelolaan usaha bersama yang diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan bagi operasional sekolah adat di masa depan. Selain itu, inisiatif ini juga berhasil membangun kandang ayam, penyediaan bibit ayam sebanyak 400 ekor dan 100 ekor ayam dewasa. Dalam proses pelaksanaannya, inisiatif ini masih menemukan tantangan adanya cuaca ekstrem dan penyakit unggas yang mengakibatkan kematian pada bibit ayam hingga 64% dan ayam dewasa sebanyak 10% dari jumlah ayam.
Meskipun demikian, dengan bibit ayam dan ayam dewasa yang masih tersedia, Kelompok Pemuda Adat dan Perempuan Adat tetap bertahan melakukan peternakan ayam. Budidaya peternakan ayam ini kemudian berhasil menghasilkan 68 telur dan berdampak terhadap adanya potensi pendapatan sebesar Rp.44 juta per tahun. Dampak lainnya adalah inisiatif ini dapat menjadi pusat edukasi tentang kecukupan pangan Masyarakat Adat yang bisa diproduksi secara berkelanjutan, menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi kemandirian ekonomi sekolah adat, sekaligus memperkuat keterlibatan pemuda dan perempuan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan adat di Dangiang Batuwangi.