Program
Peningkatan Kapasitas Organisasi Rakyat Dalam Advokasi Reforma Agraria Sejati
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
FORUM MASYARAKAT AMBUNU SULAWESI TENGAH BERSATU MEMPERTAHANKAN HAK ATAS TANAHNYA DARI ANCAMAN NIKEL
Masyarakat Desa Ambunu, Morowali, Sulawesi Tengah, sejak lama bersengketa dengan perusahaan swasta yang beroperasi dalam penambangan nikel dan pasokan energi terbarukan. Perusahaan internasional itu pernah mengklaim jalan yang digunakan dalam operasional mereka sebagai milik sah perusahaan, padahal kenyataannya merupakan tanah yang dikelola masyarakat. Pada tahun 2024, masyarakat melakukan protes memblokade jalan operasi perusahaan. Hingga puncaknya pada Oktober 2024, perusahaan tersebut melaporkan 5 masyarakat lokal ke polisi dengan tuduhan mengganggu aktivitas atau operasional perusahaan.
Berdasarkan konflik tersebut, masyarakat Desa Ambunu memilih jalan keluar untuk mendalami Reforma Agraria demi memperkuat organisasi dan advokasi hak atas tanahnya. Target pelatihan ditujukan kepada kelompok perempuan, pemuda, dan kelompok rentan yang termasuk dalam keanggotaan Forum Rakyat Ambunu Bersatu. Dalam pelaksanaan program pendidikan Akademi Reforma Agraria Sejati (ARAS) tersebut mereka berhasil menyatukan 3 desa yang berdekatan dengan Desa Ambunu sehingga konsolidasi antar desa dapat diperkuat. Keterlibatan kelompok perempuan dalam pelatihan juga terbilang aktif. Kelompok pemuda juga ikut hadir dan terlibat, meski secara proporsi masih terbilang sedikit.
Secara dampak, pendidikan Reforma Agraria tersebut berimplikasi secara langsung terhadap Desa Ambunu terutama pada informasi yang lebih jelas juga untuk strategi kampanye yang lebih terarah untuk menunjukkan dampak buruk dari operasi pertambangan nikel bagi lingkungan dan juga perampasan lahan. Inisiatif tersebut secara langsung berdampak kepada upaya dan strategi perlindungan wilayah seluas 1.682 hektare dan kepada 943 jiwa. Rinciannya meliputi 353 laki-laki, 354 perempuan, dan 236 generasi muda.