
Program
Membangun Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Pemuda dan Perempuan Dalam Budidaya Pertanian Leluhur Melalui Penggunaan Pupuk Hayati Sebagai Upaya Menghasilkan dan Meningkatkan Produksi Pertanian Terutama Pangan Yang Ramah Lingkungan
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Pemuda Penjaga Mata Air Gowa Menjaga Tradisi Pertanian dan Mata Air
Kelompok Pemuda Penjaga Mata Air merupakan generasi muda yang hidup di wilayah Bulu-Bulu Dusun Langkoa Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Wilayah tersebut saat ini ditetapkan sebagai kawasan Hutan lindung dan sedang proses pengajuan reforma agraria melalui kebijakan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA). Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidupnya sebagai petani tradisional dan peternak sapi. Selain itu, generasi muda juga telah memiliki kesadaran mengenai pentingnya menjaga 18 titik mata air di wilayahnya karena mata air menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat yang dimanfaatkan untuk lahan pertanian, peternakan dan pemenuhan kebutuhan air bersih di kecamatan Tombolo Pao.
Untuk meningkatkan ekonomi kolektif generasi muda sekaligus menjaga tradisi pertanian tradisional maka Kelompok Pemuda Penjaga Mata Air berinisiatif membangun pusat pendidikan untuk konservasi mata air dan menjaga tradisi pertanian leluhurnya melalui penanaman tanaman hortikultura secara organik di lahan kolektif seluas 1,85 hektar. Dampaknya, praktik pertanian hortikultura secara organik yang dilakukan oleh kelompok pemuda Bulu’-Bulu’ berhasil menjaga kesuburan tanah dan lingkungan.
Lebih lanjut, kini Kampung Bulu-Bulu mengalami peningkatan fungsi menjadi Pusat Pendidikan Pertanian Leluhur dan Konservasi Air serta melahirkan pemimpin generasi muda dan perempuan di Desa Tonasa. Selain itu, mengenai pembangunan pusat pendidikan, Hal ini telah berdampak terhadap penguatan pengetahuan generasi muda terkait upaya menjaga mata air dan tanah adat serta memperluas jaringan dukungan dari berbagai pihak terkait upaya menjaga mata air di Bulu’-Bulu’. Program ini berdampak bagi wilayah di Kecamatan Tombolo Pao Gowa seluas 26.091 hektare.




