Program
Pembuatan Rumah Belajar Demokrasi dan Ekonomi Berbasis Hak-hak Rakyat
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Rumah Belajar Demokrasi: Pemuda Siguntu Palopo Membangun Kampung
Kampung Siguntu berada di wilayah pegunungan Kota Palopo yang berbatasan langsung dengan hutan lindung dimana sebagian masyarakatnya menggantungkan hidupnya sebagai petani. Saat ini, masyarakat menghadapi persoalan adanya keterbatasan lahan akibat klaim kehutanan yang menetapkan sebagian wilayahnya masuk dalam kawasan hutan lindung. Di sisi lain, kampung ini juga memiliki potensi ekowisata dan sumber daya hutan yang dapat dikelola secara berkelanjutan. Namun masyarakat belum dapat mengolah wilayahnya secara optimal.
Sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi kolektif masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memahami demokrasi yang berdampak terhadap lahirnya kebijakan yang mendukung kepentingan masyarakat Kampung Siguntu. Maka Kelompok Pemuda Siguntu berinisiatif membangun rumah belajar demokrasi dengan ukuran 15×15 meter sebagai pusat pendidikan sekaligus pusat ekonomi kolektif baru bagi masyarakat melalui pembuatan unit kafe.
Pasca pembangunan rumah belajar, pemuda Siguntu berhasil melaksanakan beberapa kegiatan yang melibatkan 115 orang untuk rangkaian kegiatan pelatihan manajemen usaha, pendidikan kritis penguatan nilai-nilai demokrasi, pertemuan atau forum pengambilan keputusan masyarakat dan pelaksanaan kegiatan workshop public speaking. Dampaknya, masyarakat Kampung Siguntu telah memiliki peningkatan pemahaman dan keterampilan baru dalam mengelola potensi yang ada di wilayahnya menjadi sumber pendapatan dalam bentuk unit Kafe.
Selain itu, masyarakat Kampung Siguntu juga memiliki kesadaran baru mengenai pentingnya rumah belajar sebagai ruang interaksi kolektif, untuk belajar bersama, berdiskusi, atau mengembangkan kesadaran akan pentingnya peran masyarakat dalam membangun kampung. Inisiatif ini berdampak terhadap semakin meningkatnya soliditas masyarakat sekaligus peningkatan status kampung sebagai pusat pengetahuan ekonomi, wisata dan lingkungan.




