
Program
Pendokumentasian Pengetahuan Perempuan Adat dan Pemuliaan Benih Lokal Melalui Kebun Kolektif
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
PHKom Wologai; Menjaga Tradisi dan Memulihkan Benih Lokal
Pengurus harian komunitas (PHKom) Wologai merupakan salah satu wilayah pengorganisasian PEREMPUAN AMAN yang anggotanya tersebar di Desa Wologai, Wologai Tengah dan Wologai Timur Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. PHKom terbentuk atas inisiatif Perempuan Adat Wologai yang secara sadar membutuhkan wadah untuk bercerita, berdiskusi, saling bertukar-pikiran dan mencari solusi untuk persoalan yang dihadapi di kampung secara kolektif. Jumlah anggotanya sebanyak 31 orang. Perempuan Adat Wologai sejak bertahun-tahun menjadikan wilayah adat sebagai sumber penghidupannya melalui penanaman kopi, cengkeh, kemiri, vanili dan berbagai tanaman pangan lokal seperti padi lokal, jagung lokal, sorghum, jewawut, ubi, kacang-kacangan dan sayuran lokal.
Dalam pengolahan lahan pertaniannya, Perempuan Adat memiliki pengetahuan yang mengedepan praktik pertanian tradisional yang ramah lingkungan dan sudah dilakukan secara turun temurun. Hal ini menjadi kunci keberhasilan bagi Perempuan Adat Wologai dan keluarganya untuk menjamin keberlangsungan hidup sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, praktik tradisional ini terancam tidak lagi diterapkan karena ancaman pola pertanian modern yang menggunakan pupuk dan pestisida kimia serta bibit dan sarana produksi pertanian modern yang sekilas memudahkan dan meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat. Dalam jangka panjang, pola ini dapat merusak kesuburan tanah, menghilangkan ketersediaan bibit pangan lokal hingga mengancam hilangnya pengetahuan Perempuan Adat yang sudah diturunkan oleh leluhur sejak zaman dulu.
Menyadari atas kondisi tersebut, Perempuan Adat dan generasi muda yang tergabung dalam PHKom Wologai bersepakat mendokumentasikan pengetahuan melalui pelatihan, wawancara dan pencatatan seluruh informasi dari Tokoh Adat dan Perempuan Adat mengenai tradisi pengolahan lahan pertaniannya, pemulihan benih lokal melalui kebun kolektif dan peningkatan kapasitas masyarakat mengenai pengelolaan wilayah adat berbasis tradisi dan pengetahuan Perempuan Adat.
Dampaknya, sebanyak 80 orang Perempuan Adat telah memiliki pengetahuan mengenai tradisi mengelola wilayah adat dan ruang hidup, cara pemanfaatan dan pengelolaan tanah dan air, cara pemanfaatan tanaman/tumbuhan dan hewan untuk pangan tradisional, cara pengobatan tradisional, tempat-tempat sakral, ritual, jenis tanaman/tumbuhan dan hewan yang dilindungi dan atau dianggap sakral, obat tradisional, pangan tradisional dan keterampilan tradisional. Perempuan Adat juga berhasil memulihkan pangan lokal di kebun kolektif seluas 2 hektare untuk menanam kacang tanah, kacang brenebon, sorghum, jali-jali, ubi, jagung lokal dan sayur-sayuran lokal. Program berdampak bagi seluruh penduduk Desa Wologai seluas 2032,4 hektare, 731 laki-laki, 819 perempuan, 537 generasi muda.




