Program
Pengembangan Ekonomi Kelompok Perempuan dan Penguatan Kapasitas Perempuan Komunitas
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Penguatan Ekonomi Kolektif Kelompok Perempuan Mawongi Akibat Perluasan Pembangunan PLTA Poso
Sebelum adanya pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), masyarakat dan Kelompok Perempuan Mawongi yang berada di Desa Kuku Kecamatan Pamona Utara Poso sudah menggantungkan hidupnya sebagai petani di lahan seluas 250 hektar. Lahan tersebut sebagian besar ditanami pisang pagata, jagung pulut, durian, coklat, dan padi ladang. Namun, sejak tahun 2003, saat perusahaan pengembangan energi baru terbarukan membangun pembangkit listrik secara besar-besaran untuk menghasilkan listrik berkapasitas 600 megawatt, masyarakat dan kelompok perempuan mulai merasakan dampak pembangunan tersebut seperti perubahan bentang alam kawasan hutan, adanya pencemaran daerah aliran sungai, gangguan kesehatan reproduksi perempuan, banjir yang merendam sawah masyarakat, rusaknya situs prasejarah hingga menghancurkan ekonomi masyarakat dan sebagian masyarakat terpaksa harus kehilangan tanah garapannya.
Untuk mendorong perbaikan ekonomi kolektif masyarakat yang diakibatkan oleh pembangunan PLTA maka kelompok perempuan mawongi mendorong inisiatif program pengembangan ekonomi kelompok perempuan melalui peningkatan kualitas produksi kripik pisang dan dodol durian serta mendorong penguatan kapasitas perempuan mengenai manajemen produksi, pemasaran dan pengelolaan keuangan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemandirian ekonomi kolektif perempuan di Desa Kuku. Dalam jangka panjang, program ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif perempuan untuk mendorong kebijakan pembangunan di level desa yang lebih berkontribusi terhadap kepentingan perempuan dan sebagai wadah untuk memperkuat perjuangan perempuan dalam mempertahankan tanah garapannya.
Hasilnya, sebanyak 63 orang anggota kelompok memiliki peningkatan pengetahuan mengenai manajemen produksi, pemasaran dan keuangan yang berdampak terhadap meningkatnya penjualan produk yang dikembangkan. Selain itu, hal ini juga berdampak terhadap penguatan soliditas dan kesadaran kritis anggota Kelompok Perempuan yang kemudian mendorong lahirnya pembentukan struktur dan standar operasional prosedur (SOP) kepengurusan. Dari segi produksi, kelompok perempuan berhasil memproduksi keripik pisang dan dodol durian yang telah dipasarkan di desa sekitar, pameran di tingkat provinsi dan nasional.




