TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Pelatihan Hidroponik Melon_06
Program

Penguatan Ekonomi Petani Kapa Sumatera Barat Pasca Menghadapi Land Grabbing

Organisasi Penanggung Jawab
WALHI
Lokasi
Sumatera Barat
Pendanaan Langsung
Rp100,000,000
Periode
Mulai
15/01/2025
Berakhir
15/04/2025
Target
4. Model produksi, distribusi, dan konsumsi yang berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda, 5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Solusi Ekonomi Kolektif: Perempuan Petani KAPA Melawan Pasaman Barat Berkebun Melon Hidroponik 

 

Pada tahun 2019, sebanyak 200 orang Petani KAPA Melawan telah berhasil melakukan reklaiming tanah ulayatnya yang diwariskan secara turun temurun dari perusahaan perkebunan sawit seluas 600 hektare. Hal ini dilakukan saat perusahaan berupaya untuk melakukan replanting atau penanaman kembali tanaman sawit yang bersamaan dengan izin penggunaan lahan tersebut berakhir. Selanjutnya, untuk memastikan pengakuan dan perlindungan hak ulayatnya maka petani Kapa kemudian mengajukan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) kepada Kementerian ATR/ BPN melalui dampingan Serikat Petani Indonesia. Setelah reklaiming, selama bertahun-tahun petani memanfaatkan lahan garapannya untuk menanam jagung, padi, pepaya, palawija dan lain sebagainya yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

 

Namun sayangnya pada tahun 2024, lahan garapan hasil reklaiming tersebut kembali dirampas sepihak oleh perusahaan perkebunan sawit yang berdampak terhadap hilangnya akses sumber penghidupan dan penghasilan petani. Tidak sampai disitu, petani yang selama ini berjuang untuk mempertahankan hak ulayatnya terus mendapatkan intimidasi dan tekanan dari perusahaan. Disisi lain, hilangnya sumber penghasilan petani berdampak terhadap semangat perjuangan petani dan kesulitan ekonomi petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

 

Oleh karena itu, Perempuan Petani KAPA Melawan dengan dampingan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menginisiasi pelaksanaan program penguatan ekonomi petani Kapa pasca menghadapi perampasan lahan (Land Grabbing) melalui budidaya kebun melon hidroponik di lahan kolektif petani seluas 360 m² atau 0,036 hektare sekaligus sebagai wadah bagi petani untuk meningkatkan kembali konsolidasi gerakan perempuan tani dalam mempertahankan dan melindungi wilayah kelolanya dari ancaman perkebunan sawit.

 

Dampaknya, sebanyak 31 orang petani perempuan Kapa memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai cara budidaya melon secara hidroponik mulai dari penyemaian, perawatan, penyerbukan, masa panen hingga pengolahan pasca panen. Adapun potensi hasil produksi melon yang dihasilkan sebanyak 1.360 buah dengan menyimpan nilai ekonomi sebesar 136 juta rupiah dalam sekali panen. Hal ini juga berdampak terhadap lahirnya 5 kader pemimpin perempuan petani yang aktif memimpin kegiatan organisasi, termasuk advokasi konflik agraria dan pengembangan ekonomi alternatif.

Scroll to Top