
Program
Penguatan Kapasitas Organisasi Rakyat dan Pendirian Rumah Belajar Bersama Gerakan Rakyat di Komunitas SPL Sri Pendowo
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
SPL Sri Pendowo Lampung Perkuat Gerakan Reforma Agraria Melalui Pendidikan Politik dan Paramedia
Sejak tahun 1960-an hingga saat ini, sebanyak kurang lebih 2.000 orang petani yang berada di delapan desa Kecamatan Melinting Lampung Timur telah menggarap wilayah kelolanya secara turun temurun di lahan seluas 401 hektar untuk menanam jagung dan singkong. Lahan tersebut awalnya diketahui petani sebagai areal kawasan hutan Register 38 Gunung Balak sehingga petani tidak berupaya untuk mendorong pengakuan hak kepemilikan lahan secara administrasi kepada pemerintah. Namun seiring waktu berjalan, petani diperhadapkan dengan masalah hadirnya mafia tanah yang ingin melakukan perampasan lahan garapan petani dengan alasan memiliki sertifikat kepemilikan lahan. Masalah ini juga menyadarkan petani bahwa lahan yang digarap selama ini ternyata tidak masuk dalam kawasan hutan melainkan berada diluar kawasan hutan.
Kondisi ini menyebabkan konflik lahan yang terus berlanjut hingga mendorong petani untuk terus berjuang dan melakukan perlawanan terhadap upaya perampasan lahan yang dilakukan mafia tanah. Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk mempertahankan wilayah garapannya seperti audiensi kepada pemerintah daerah, pemerintah pusat hingga melaporkan permasalahan tersebut kepada Polda Lampung. Pada tahun 2024, petani kemudian membentuk Serikat Petani Lampung (SPL) Sri Pendowo yang bertujuan untuk menjadi wadah perjuangan bagi petani Lampung dalam memperjuangkan hak-hak kelolanya. Pembentukan wadah ini juga didasari atas kesadaran petani yang menemukan bahwa masalah konflik lahan tidak cukup diselesaikan melalui proses peradilan namun dibutuhkan gerakan yang lebih kuat di tingkat masyarakat secara politik untuk bersama-sama mendorong kebijakan yang adil, menguntungkan petani dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, untuk semakin memperkuat perjuangan kolektif SPL Sri Pendowo sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan strategi penyelesaian masalah konflik lahan serta memperluas gerakan reforma agraria dalam memastikan adanya perubahan kebijakan yang adil dan lebih berpihak kepada petani. Maka SPL Sri Pendowo dengan dampingan YLBHI LBH Bandar Lampung melakukan pendidikan politik bagi kelompok perempuan tani dan pendidikan paramedia bagi anggota serikat tani. Dampaknya, sebanyak 20 orang petani perempuan memiliki peningkatan kesadaran mengenai hubungan politik, hukum dan ekonomi dalam memahami permasalahan agraria yang sedang dihadapi yang bermanfaat untuk memperkuat strategi dan landasan atau pondasi gerakan petani dalam memperjuangkan hak-hak pengakuan dan perlindungan wilayah kelolanya.
Dampak lainnya adalah lahirnya 20 local champion di SPL Sri Pendowo yang memiliki peningkatan pengetahuan mengenai cara produksi konten yang sesuai dengan berbagai permasalahan yang dihadapi petani serta strategi penyebarluasannya secara efektif dengan menggunakan media digital sehingga diharapkan dapat menjadi sumber rujukan informasi bagi masyarakat dan tolak ukur bagi pemerintah dalam melahirkan kebijakan yang adil dan berpihak kepada petani. Program ini berdampak bagi meningkatnya strategi dan soliditas gerakan reforma agraria bagi 2000 orang petani SPL Sri Pendowo.




