Program
Pengembangan Produksi Sirup Kayu Manis dan Kayu Manis Bubuk di Desa Lok Lahung Tahun 2025
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Pengembangan Produksi Olahan Kayu Manis Organik Kelompok Petani Desa Lok Lahung Kalimantan Selatan
Desa Lok Lahung merupakan salah satu Desa di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Potensi kayu manis di kampung ini, sebesar 13.864 batang pohon dengan potensi produksi kulit kayu manis kering sebanyak 2.460 Kg per bulan yang merupakan penghasil terbesar di Kalimantan Selatan. Keunggulan kayu manis ini organik atau dibudidayakan tanpa menggunakan pupuk kimia.
Akan tetapi Kelompok Petani Kayu Manis di Balai Malaris Desa Lok Lahung hanya melihat kayu manis sebagai komoditas mentah. Akibatnya mereka hanya memanen, menjemur serta menjualnya dengan harga yang relatif rendah. Kelompok Petani Kayu Manis Organik Balai Malaris sudah sejak tahun 2011 memproduksi sirup kayu manis sampai saat ini. Namun, karena keterbatasan modal usaha, produksi hanya mampu 80 botol (isi per botol 60 ml) setiap bulannya. Karena permintaan pasar akan produk sirup kayu manis kelompok sangat tinggi. Dan secara keseluruhan Kecamatan Loksado merupakan destinasi wisata alam di Kalimantan Selatan, serta Desa Lok Lahung juga memiliki destinasi wisata.
Untuk merespon permasalahan tersebut program ini dapat membantu permodalan kelompok dalam pengembangan jenis produk turunan dari kayu manis, yaitu bubuk kayu manis dan peningkatan produksi sirup kayu manis untuk pemenuhan permintaan pasar yang tinggi. Program ini merencanakan penguatan kelembagaan dan pengelolaan lembaga usaha kelompok petanj dan meningkatnya penjualan produk yang mampu meningkatkan keuangan, serta program ini menyadarkan masyarakat maupun petani akan pentingnya menjaga kawasan Lok Lahung.
Dari program ini yang menerima manfaat secara langsung adalah anggota keluarga pengurus kelompok petani, pemerintah desa, pengelola wisata di Kecamatan Loksado. Kelompok Petani menyusun standar operasional dan tugas kerja pengurus serta menyusun AD/ART, serta memperbaiki struktur perniagaan dan pasar. Kelompok mempelajari tentang teknik ekstraksi untuk membuat sirup serta penggilingan standar industri untuk menghasilkan bubuk kayu manis, dan kelompok belajar bagaimana menjaga kemurnian produk tanpa adanya bahan kimia. Dari program ini kelompok mulai memahami pengemasan produk yang menarik serta strategi pemasaran.
Dampak serta perubahan dari program ini yang awalnya kebiasaan kelompok dan petani yang menjual kayu manis dalam bentuk gulungan batang kering dengan harga fluktuatif mulai bergeser ke penjualan produk olahan seperti sirup dan bubuk kayuu manis. Dengan adanya produk olahan ini kelompok dan petani memiliki produk pasar yang lebih luas dengan harga lebih stabil. Petani dan kelompok mulai merasakan peningkatan pendapatan, bertambahnya icon wisata dan keberlanjutan lingkungan. Sekarang kelompok dan petani tidak lagi melihat kayu manis hanya sebagai komoditas mentah yang baru ditebang ketika adanya keadaan darurat. Kelompok mulai menyadari status organik yang selama ini dijalankan secara tradisional memiliki nilai jual yang tinggi. Mempertahankan keberlanjutan lingkungan turut menjadi prioritas Kelompok Petani Balai Maris untuk keberlanjutan usaha kelompok.
