Program
Pengembangan Ekonomi Komunitas Masyarakat Adat & Penguatan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) .
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Pengembangan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Adat di Kabupaten Dompu
Inisiatif yang dilakukan oleh Masyarakat Adat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat adalah upaya untuk peningkatan ekonomi melalui pengelolaan badan usaha. Badan Usaha Masyarakat Adat (BUMMA) Padompo Jaya dibangun untuk dapat meningkatkan akses pasar bagi produk ekonomi yang dihasilkan oleh komunitas-komunitas Masyarakat Adat di Kabupaten Dompu. Produk yang dihasilkan dari anggotanya beragam mulai dari hasil pertanian, produk rempah-rempah, hingga produk kain tenun. Gerai yang berada di pusat kabupaten, BUMMA Padompo Jaya menghimpun produk hasil dari komunitas untuk menjangkau konsumen secara mudah dan luas.
Melalui inisiatif yang dibangun, pengurus bersama Masyarakat Adat melakukan penguatan pengelolaan BUMMA yang dimulai dengan asesmen ekonomi yang dilakukan di 7 komunitas adat anggotanya. Asesmen potensi ekonomi ini dilakukan untuk mengetahui potensi pengembangan usaha ekonomi yang ada di 7 komunitas adat. Tujuh komunitas adat tersebut adalah Komunitas Adat Bada, Ruhu Ruma Hu’u, Dowa, Ranggo, Saneo, Kandai Satu, dan Lepadi. Hasil asesmen menunjukkan tujuh komunitas adat memiliki potensi ekonomi dari hasil pertanian dan peternakan yang mereka kelola di wilayah adatnya. Mulai dari beras, jagung, sayuran, madu, rempah seperti jahe, kunyit, temulawak. Selain hasil pertanian, mereka juga memiliki peternakan sapi dan kambing. Produk lain yang dihasilkan dan memiliki nilai ekonomi diantaranya adalah kain tenun dari Komunitas Adat Ranggo. Beberapa hasil tersebut mereka pasarkan di pasar lokal hingga beberapa ke pengepul.
Hasil asesmen dibawa pada diskusi bersama pengurus dan anggota BUMMA. Dalam musyawarah ini disepakati upaya yang bisa dilakukan BUMMA untuk memasarkan produk dari 7 komunitas adat yang telah di asesmen. Dari ketujuh komunitas adat tersebut, produk yang berhasil diidentifikasi untuk dipasarkan adalah kain muna pa’a, kain nggoli, rempah tradisional dan daun ta’a, beras dari Kelompok Usaha Masyarakat Adat Kandai, serta manik-manik baju adat.
Penguatan BUMMA Padompo Jaya menjadi cerminan upaya kolektif Masyarakat Adat Dompu dalam membangun usaha ekonomi kolektif bagi anggotanya. Melalui proses asesmen, musyawarah, dan pengelolaan bersama, BUMMA tidak hanya berperan sebagai ruang pemasaran produk, tetapi juga sebagai wadah belajar dan pengorganisasian ekonomi komunitas.




