TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Program

Penguatan Ekonomi dan Pengembangan Pusat Pemasaran Produk Berbasis Kelompok Usaha Masyarakat Adat di Wilayah Adat Mungkajang

Organisasi Penanggung Jawab
AMAN
Lokasi
Sulawesi Selatan
Pendanaan Langsung
50.000,00
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

MASYARAKAT ADAT MUNGKAJANG SULAWESI SELATAN MENGUATKAN PENGELOLAAN EKONOMI MASYARAKAT ADAT

Terletak di pegunungan Kota Palopo, Sulawesi Selatan, wilayah adat Mungkajang memiliki kekayaan sumber daya alam berlimpah. Dalam wilayah tersebut ada Lima Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA) yang mengelola usaha Masyarakat Adat. Tiap KUMA mengelola komoditas yang beragam: KUMA Pabolongan mengelola serai dan lengkuas, KUMA Lajang mengelola jagung, KUMA Lombok memiliki komoditas ternak ayam, dan KUMA Melati mengolah keripik. Namun, semua potensi yang ada belum dioptimalkan karena terbatasnya akses pasar, lemahnya dukungan infrastruktur, serta kapasitas pengetahuan dan ekonomi kelompok usaha. Pengelolaan ekonomi yang ada di KUMA dijalankan secara sederhana, praktik produksi dikerjakan dengan peralatan seadanya, pencatatan keuangan tidak teratur, dan pemasaran produk hanya mengandalkan dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar. Tantangan tersebut menyebabkan produk-produk Masyarakat Adat susah menembus pasar secara langsung.

Demi menyelesaikan permasalahan tersebut, Pengurus Wilayah (PW) AMAN Tana Luwu memilih peningkatan kapasitas pengurus KUMA menjadi prioritas pertama yang dikerjakan. Alasannya, dengan adanya pengurus yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola KUMA pemasaran produk-produk Masyarakat Adat yang lebih luas dapat diupayakan. Dalam pelatihan tersebut, pengurus kelima KUMA diberikan materi terkait pencatatan keuangan dan pengembangan usaha. Selain peningkatan kapasitas, kelima KUMA tersebut juga memperoleh bantuan pendanaan untuk pengadaan atau pembangunan infrastruktur pendukung. Pembangunan infrastruktur yang dimaksud ialah membangun rumah pemasaran produk. Bangunan itu nantinya akan difungsikan sebagai tempat penyimpanan bersama sekaligus menjual produk-produk dari Masyarakat Adat. Selain itu bangunan tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan tempat belajar bersama.

Inisiatif ini berdampak langsung kepada wilayah adat Mungkajang seluas 2.446 hektare. Inisiatif ini juga berdampak terhadap 1.519 jiwa dengan rincian berdasarkan jenis kelamin: 522 laki-laki, 617 perempuan, dan 380 generasi muda .

Scroll to Top