TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Salinan IMG_20250929_155331
Sumber Foto : Komunitas Masyarakat Adat Osing
Program

Rehabilitasi Mata Air dan Revitalisasi Pengetahuan Lokal Komunitas Adat Osing terkait Air sebagai Sumber Kehidupan

Organisasi Penanggung Jawab
AMAN
Lokasi
Jawa Timur
Pendanaan Langsung
Rp100,000,000
Periode
Mulai
14/06/2025
Berakhir
21/08/2025
Target
3. Rehabilitasi dan restorasi wilayah Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda, 5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Ngerumat Sumber: Transfer Pengetahuan Tradisi Pelestarian Air di Masyarakat Adat Osing Banyuwangi

Banyak sumber air di wilayah adat Osing di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Licin, Banyuwangi, mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan menurunnya vegetasi karena pembangunan. Selain itu terputusnya pengetahuan dan tradisi terkait merawat sumber air memperlemah daya jaga komunitas atas wilayah adatnya. Apalagi, negara pun belum mendukung praktik pelestarian air berbasis komunitas.

Masyarakat Adat Osing dari lima desa di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Licin berinisiatif untuk menghidupkan kembali tradisi lama terkait ruwatan atau ngerumat sumber untuk pelestarian air. Ngerumat artinya merawat dengan kasih, sehingga ngerumat sumber bermakna tidak hanya membersihkan sumber air tetapi juga merekatkan kembali dengan ritual hubungan spiritual alam dan masyarakat. Inisiatif tersebut dilakukan dengan melibatkan generasi muda dan kelompok perempuan.

Ada beberapa jenis dan tahapan kegiatan yang telah mereka lakukan. Pertama-tama, mereka melakukan rembug adat dengan tetua adat, pemilik sumber, dan pemerintah desa untuk menentukan sumber air mana yang menjadi prioritas. Setelah itu mereka melakukan survei partisipatif untuk menguatkan atau memperdalam informasi sumber air yang mereka peroleh. Baru setelahnya dilakukan ritual ruwatan sumber. Mereka juga membuat tempat pembibitan tanaman endemik penyangga air guna merehabilitasi vegetasi alam di sekitar sumber air.

Selain kegiatan penanaman dan konservasi air, Masyarakat Adat Osing juga melakukan pendidikan rakyat guna mengamankan transfer pengetahuan ke generasi muda. Kegiatan pendidikan dilakukan dengan menyelenggarakan pelatihan atau lokakarya tentang pemulihan lingkungan berbasis adat untuk kelompok muda. Mereka juga melakukan penulisan dan publikasi buku dan video dokumenter, serta mengadakan festival ngerumat sumber untuk menarik minat masyarakat lebih luas.

Dampak perubahan yang terjadi dari inisiatif ini ialah Masyarakat Adat Osing mampu mentransfer pengetahuan dan tradisi terkait pelestarian alam kepada generasi muda. Dengan begitu kegiatan pelestarian sumber air berbasis komunitas di lima desa dapat diupayakan secara berkelanjutan. Baik dari kegiatan rehabilitasi sumber air dan pendidikan rakyat yang dilakukan, berdampak terhadap wilayah seluas 24.600 hektare.

Scroll to Top