
Program
Peningkatan Nilai Ekonomi Produk Wilayah Kelola Rakyat Jambu Mente
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Produk Mete Sebagai Masa Depan Komunitas Nduma Luri Sumba Barat
Komunitas Nduma Luri berdomisili di Desa Umalulu, Sumba Timur. Pada tahun 1990-an, Pemerintahan Orde Baru (Orba) menyokong proyek jambu mete sehingga produk itu memiliki harga pasaran cukup tinggi. Sokongan yang dimaksud ialah penyediaan alat, pupuk dan pestisida, serta janji bahwa tanah yang digunakan untuk penanaman jambu mete itu akan menjadi milik penggarap dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM). Masyarakat di Sumba pun bersemangat untuk menanam pohon jambu mete. Namun, jambu mete merupakan komoditas yang memiliki nilai fluktuatif di pasaran. Perubahan harga, bisa jadi penurunan harga, disebabkan oleh banyak hal, termasuk permintaan pasar, perubahan cuaca yang mempengaruhi hasil panen, dan faktor lainnya. Penurunan harga yang terjadi di era Orde Baru membuat para petani memutuskan untuk memetik jambu mete saat masih hijau dan menjualnya mentah. Lama-kelamaan, menjual mete dalam bentuk mentah menjadi kebiasaan di sana.
Inisiatif yang dikerjakan oleh Komunitas Nduma Luri berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai jual biji mete. Caranya ialah dengan mengolah dan mengemas biji mete. Karena mengolah mete merupakan hal baru bagi mereka, kegiatan pelatihan pengolahan mete dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas anggota. Materi dalam pelatihan pengolahan dan pengemasan mete meliputi penyiapan bahan, sortasi, pengolahan, hingga ke pengemasan. Pelatihan itu melibatkan 30 orang anggota Komunitas Nduma Luri. Untuk mendukung produksi Komunitas Nduma Luri juga membangun rumah produksi dan mengadakan peralatan pendukung. Biji-biji mete itu dikemas dalam ukuran 500 gram.
Dari kegiatan pengolahan mete, Komunitas Nduma Luri berhasil meningkatkan nilai jual produk. Kenaikan yang dihasilkan sekitar 138 %, dengan catatan harga mete mentah di pasaran lokal Rp10.500 per kilogram sementara harga mete olahan Rp100.000 per kilogram. Inisiatif pengolahan mete oleh Komunitas Nduma Luri menyimpan potensi ekonomi sebesar Rp7.475.000.000 per tahun. Hitungan tersebut berasal dari pertimbangan kemampuan komunitas tersebut dalam mengolah dan memasarkan produk mete sebanyak 299 ton. Hasil tersebut meningkat sebesar Rp4.485.000.000 dibandingkan dengan menjual mete mentah. Secara aspek sosial, program ini berdampak terhadap 19.137 jiwa dengan rincian: 7.500 laki-laki, 6.853 perempuan, dan 4.784 generasi muda.




