Program
Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi melalui Optimalisasi Produk Lokal dan Jaringan Pemasaran Berkelanjutan di Sumatera Barat
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
PENGUATAN KOPERASI ADIL LESTARI BAGI PETANI KOPI DAN PALA DI SUMATERA BARAT
Provinsi Sumatera Barat menghadapi tantangan multidimensional yang saling berkaitan, sehingga menciptakan siklus kemiskinan dan ketergantungan yang sulit diputus. Permasalahan utama terletak pada sistem ekonomi yang timpang, degradasi lingkungan, dan erosi nilai-nilai kearifan lokal yang seharusnya menjadi pondasi pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, komunitas dampingan WALHI Sumatera Barat telah menghasilkan berbagai komoditas unggulan berbasis sumber daya lokal, namun masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, pengolahan pascapanen, standarisasi kualitas, serta akses pasar yang berkelanjutan dan memberikan harga yang adil bagi masyarakat.
Untuk menjawab permasalahan tersebut Pada 16 april tahun 2025 Koperasi Adil Lestari didirikan. Sebagai wadah perjuangan ekonomi kerakyatan dan membangun sistem ekonomi berbaris prinsip keadilan, kelestarian lingkungan, dan revitalisasi kearifan lokal melalui pendekatan kolektif yang memberdayakan komunitas, fasilitasi akses pasar, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi produk lokal untuk transformasi ekonomi yang berkelanjutan koperasi adil berperan sebagai institusi penggerak yang menyediakan akses permodalan melalui sistem simpan pinjam khusus anggota dan mengembangkan sistem pemasaran terpadu. Di tingkat komunitas, setiap kelompok berperan aktif sesuai dengan kapasitasnya serta komunitas juga berperan dalam mengembangkan produk turunan sambil mempertahankan nilai nilai lokal.
Kegiatan berlangsung terbagi atas dua tahap utama yaitu Penguatan kelembagaan dilaksanakan melalui Pelatihan Manajemen Koperasi dan Usaha Kolektif serta Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Koperasi secara partisipatif untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota dalam mengelola organisasi, administrasi, keuangan, dan pengembangan usaha kolektif secara efektif, transparan, dan akuntabel. Selanjutnya dilakukan identifikasi komoditas unggulan melalui observasi lapangan, diskusi kelompok, dan pemetaan partisipatif guna memperoleh data mengenai kualitas produk, kapasitas produksi, peluang pasar skala kecil, serta aspek keberlanjutan komoditas yang dikelola komunitas. Setelah melalui beberapa rangkaian utama tersebut mulai terjadi perubahan cara pandang di tingkat komunitas dan pengurus koperasi.
Berdasarkan dari hasil pemetaan komoditas unggulan mengidentifikasi kopi rakyat di Kabupaten Solok Selatan, sirup pala di kabupaten pesisir pantai, cengkeh di komunitas perkebunan rakyat sumatera barat. Capaian dan hasil dari kegiatan adalah teridentifikasinya komoditas unggulan lokal berbasis komunitas kegiatan ini berhasil mengidentifikasi dua komoditas unggulan utama di komunitas dampingan WALHI, tersusunnya data awal kualitas dan kapasitas produksi komunitas tersedianya data awal menjadi dasar bagi koperasi dan komunitas untuk menyusun rencana. Termasuk peningkatan pemahaman dan kesadaran komunitas terhadap potensi ekonomi lokal. Secara langsung sebanyak 35 orang terdiri dari 20 laki laki dan 15 perempuan serta mencakup wilayah kelola sekitar 50 hektar yang terdiri atas kebun kopi berbasis agroforestri di Solok Selatan dan kebun pala rakyat di Kabupaten Pesisir Selatan. Perubahan nyata mulai terlihat dari meningkatnya pemahaman pengurus dan anggota koperasi terhadap peran dan fungsi koperasi sebagai wadah ekonomi bersama. Di tingkat komunitas produsen, komunitas mulai menyadari pentingnya kualitas produk. Dan perubahan yang terpentingnya adalah bergesernya cara pandang terhadap hubungan antara perlindungan lingkungan dan pengembangan ekonomi, melalui program ini komunitas melihat bahwa keberlanjutan sumber daya alam menjadi fondasi bagi keberlangsungan usaha mereka di masa depan.
Hasil yang terlihat yaitu tersedianya basis data dan pemetaan komoditas unggulan yang menjadi rujukan bersama dalam perencanaan pengembangan usaha kolektif koperasi. Perubahan sikap dan cara pandang komunitas atas pelestarian lingkungan juga untuk keberlangsungan usaha mereka serta pengurus menjadi modal sosial yang penting bagi penguatan ekonomi kolektif untuk komunitas petani kopi di Solok Selatan dan pala di Kabupaten Pesisir Selatan kedepan.
