Program
Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Pengolahan Ikan Air Tawar sebagai Produk Lokal Unggulan Desa
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
PENGUATAN EKONOMI KOLEKTIF PENGOLAHAN IKAN AIR TAWAR ALAMI BAGI KSM SETIA KAWAN DI SUMATERA SELATAN
Masyarakat Desa Pajar Bulan, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Komering Ilir ,Provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan rawa lebak yang menghasilkan banyak ikan air tawar pada peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Ikan air tawar tersebut dijual dalam bentuk segar yang menjadikan nilai ekonomisnya tidak terlalu tinggi karena hasil yang melimpah dan permintaan yang sedikit. Masyarakat juga memiliki kemampuan untuk mengolah ikan air tawar menjadi produk produk unggulan seperti ikan salai,ikan asin, ikan pekasam (fermentasi) serta menjadi bahan baku kemplang (kerupuk) tetapi hasil yang melimpah dari ikan masih tergantung pada tengkulak yang menjadikan harga jual tidak stabil. Kemampuan mengolah hasil ikan sungai masih hanya sebatas konsumsi rumah tangga belum dikembangkan untuk menjadi produk unggulan. Yang seharusnya ikan air tawar yang dihasilkan dapat meningkatkan daya simpan, nilai jual yang tinggi, produksi tanpa pengawet, serta menjadi produk lokal dan produk unggulan desa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Yayasan Mitra Mandiri melakukan beberapa hal seperti penampungan hasil ikan sungai, pembuatan rumah produksi pengolahan, pembuatan rumah belajar terutama untuk kelompok masyarakat yang melakukan produksi dan pengolahan ikan air tawar. Terbentuknya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Setia Kawan yang beranggotakan 10 orang perempuan dan 2 orang laki laki. Kelompok ini tugasnya untuk menjalankan kegiatan penampungan ikan air tawar segar dengan harga yang bersaing sehingga meningkatnya pendapatan nelayan dan diolah menjadi ikan asin, ikan fermentasi dan kemplang (kerupuk).
Pembangunan rumah produksi pengolahan ikan air tawar dengan ukuran 6 M X 7 M yang menjadi tempat penampungan dan menjadi tempat pengolahan dibangun diatas tanah milik anggota kelompok. Pelatihan pengemasan dilaksanakan untuk menjadikan produk lebih bernilai ekonomis karena dengan kemasan yang menarik mampu bersaing di pasaran. Tersedianya modal penampungan sebesar 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) serta untuk membeli ikan air tawar secara rutin dari nelayan 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
Inisiatif ini menghasilkan perubahan langsung pada KSM Setia Kawan yang bekerja sebagai pencari ikan air tawar mendapatkan tambahan dari hasil penjualan produk serta peningkatan pengetahuan untuk pengolahan ikan air tawar di rumah produksi mengembangkan dan inovasi produk agar lebih berkualitas. Dan juga berhasil meningkatkan ketersediaan ikan air tawar berkualitas dari tempat penampungan untuk para nelayan penghasil ikan juga pengolahan yang penting bagi para pengolah ikan di Desa Pajar Bulan.
