TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Lembaga Pengelola Hutan Desa Bulan Sakti_
Sumber Foto : Lembaga Pengelola Hutan Desa Bulan Sakti
Program

Pemetaan Partisipatif tata guna lahan desa Kayu Bulan dan pembangunan kebun agroforestry

Organisasi Penanggung Jawab
WALHI
Lokasi
Kalimantan Tengah
Pendanaan Langsung
Rp99,950,000
Periode
Mulai
02/01/2025
Berakhir
02/05/2025
Target
1. Peningkatan pemetaan Wilayah Adat, Wilayah Kelola Rakyat, dan Lokasi Prioritas Reforma Agraria, 2. Perlindungan, penguatan hak, dan pengakuan wilayah Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda, 3. Rehabilitasi dan restorasi wilayah Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda, 4. Model produksi, distribusi, dan konsumsi yang berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda, 5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Praktik Wanatani Kelompok Tani Hutan Desa Kayu Bulan Kapuas: Menjaga Ruang Hidup dan Habitat Satwa Endemik

Pesatnya industri perkebunan monokultur dan pertambangan di Kalimantan telah menjangkau kehidupan masyarakat di berbagai pelosok pulau tersebut. Keberadaan industri tersebut membawa ancaman, termasuk upaya perampasan ruang hidup masyarakat oleh kepentingan korporat maupun ancaman terhadap fauna dan flora di Kalimantan. Problem itulah yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kayu Bulan, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kehadiran industri perkebunan ekstraktif mengancam kebun-kebun yang dikelola oleh masyarakat. Masyarakat Desa Kayu Bulan mayoritas memiliki dan mengelola kebun karet, rotan, dan buah-buahan. Selain itu, perusahaan tersebut juga mengancam habitat satwa endemik Kalimantan seperti orangutan, owa-owa, enggang, dan jenis tanaman obat lokal di dalam hutan.

Melalui inisiatif Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kayu Bulan dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Harawei dengan dukungan pendanaan langsung Dana Nusantara, mengupayakan pemetaan partisipatif dan pembentukan kebun agroforestri demi menyelesaikan permasalahan tersebut. Kegiatan pemetaan partisipatif dilaksanakan untuk mengetahui luas wilayah kebun yang dikelola masyarakat sekaligus mengidentifikasi sumber daya di wilayah itu. Pelatihan pemetaan partisipatif melibatkan 155 anggota LPHD Kayu Bulan. Wilayah yang berhasil dipetakan seluas 32 hektare. Peta yang dihasilkan juga akan memperkuat legitimasi keberadaan kebun masyarakat saat harus menghadapi konflik dengan perusahaan. Terkait agroforestri, KTH Harawei telah menanam bibit durian, kelengkeng, jambu mete, nanas madu, cabe, dan tanaman bumbu dapur.

Inisiatif yang diselenggarakan oleh LPHD Kayu Bulan dan KTH Harawei berdampak pada peningkatan pengetahuan terkait pemetaan partisipatif di Masyarakat Desa Kayu Bulan. Dari kegiatan pemetaan, masyarakat kini memiliki dokumen peta penguat status dan pengetahuan terkait sumber daya di wilayahnya. Sementara itu, penanaman pohon produktif dengan metode kebun agroforestri selain meningkatkan perekonomian masyarakat juga merupakan upaya rehabilitasi lahan dari dampak buruk praktik perkebunan monokultur sekaligus melindungi habitat satwa dan tanaman endemik.

Scroll to Top