
Program
Pemetaan Partisipatif tata guna lahan desa Kayu Bulan dan pembangunan kebun agroforestry
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Praktik Wanatani Kelompok Tani Hutan Desa Kayu Bulan Kapuas: Menjaga Ruang Hidup dan Habitat Satwa Endemik
Pesatnya industri perkebunan monokultur dan pertambangan di Kalimantan telah menjangkau kehidupan masyarakat di berbagai pelosok pulau tersebut. Keberadaan industri tersebut membawa ancaman, termasuk upaya perampasan ruang hidup masyarakat oleh kepentingan korporat maupun ancaman terhadap fauna dan flora di Kalimantan. Problem itulah yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kayu Bulan, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kehadiran industri perkebunan ekstraktif mengancam kebun-kebun yang dikelola oleh masyarakat. Masyarakat Desa Kayu Bulan mayoritas memiliki dan mengelola kebun karet, rotan, dan buah-buahan. Selain itu, perusahaan tersebut juga mengancam habitat satwa endemik Kalimantan seperti orangutan, owa-owa, enggang, dan jenis tanaman obat lokal di dalam hutan.
Melalui inisiatif Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kayu Bulan dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Harawei dengan dukungan pendanaan langsung Dana Nusantara, mengupayakan pemetaan partisipatif dan pembentukan kebun agroforestri demi menyelesaikan permasalahan tersebut. Kegiatan pemetaan partisipatif dilaksanakan untuk mengetahui luas wilayah kebun yang dikelola masyarakat sekaligus mengidentifikasi sumber daya di wilayah itu. Pelatihan pemetaan partisipatif melibatkan 155 anggota LPHD Kayu Bulan. Wilayah yang berhasil dipetakan seluas 32 hektare. Peta yang dihasilkan juga akan memperkuat legitimasi keberadaan kebun masyarakat saat harus menghadapi konflik dengan perusahaan. Terkait agroforestri, KTH Harawei telah menanam bibit durian, kelengkeng, jambu mete, nanas madu, cabe, dan tanaman bumbu dapur.
Inisiatif yang diselenggarakan oleh LPHD Kayu Bulan dan KTH Harawei berdampak pada peningkatan pengetahuan terkait pemetaan partisipatif di Masyarakat Desa Kayu Bulan. Dari kegiatan pemetaan, masyarakat kini memiliki dokumen peta penguat status dan pengetahuan terkait sumber daya di wilayahnya. Sementara itu, penanaman pohon produktif dengan metode kebun agroforestri selain meningkatkan perekonomian masyarakat juga merupakan upaya rehabilitasi lahan dari dampak buruk praktik perkebunan monokultur sekaligus melindungi habitat satwa dan tanaman endemik.




