Program
Penguatan Ideologisasi Perempuan Tani (GHANRATI) dan Ekonomi Kerakyatan melalui Budidaya Peternakan Sapi Terintegrasi
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
PENGUATAN PENDIDIKAN REFORMA AGRARIA DAN EKONOMI KOLEKTIF TERNAK SAPI TERINTEGRASI BAGI SANGHA PEREMPUAN DAMARA SARASWATI DI BULELENG
Serikat Petani Suka Makmur (SPSM) berada di wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, yang mayoritasnya adalah petani. Petani didalam kelompok memiliki beberapa komoditas pertanian seperti jagung,cabai,kacang tanah dll, selain bertani ada beberapa masyarakat yang juga memelihara ternak seperti sapi. Dalam keadaan tertentu sapi ini bisa menjadi tabungan yang dimana dapat dipergunakan jika keadaan mendesak, namun tidak semua anggota kelompok ini memiliki sapi.
Selain masyarakat petani adapun Sangha Perempuan Damara Saraswati yang berganti nama dari GHANRATI menjadi SPDS yang aktif dalam berorganisasi dan berkegiatan. Adanya SPDS ini selain menjadi ibu rumah tangga, kelompok perempuan ini juga aktif mengikuti kerja-kerja organisasi yang sangat penting sehingga perlu adanya peningkatan kapasitas baik dari segi peningkatan kapasitas ekonomi,advokasi maupun yang lainnya. Di pertemuan awal kegiatan mereka berhasil membentuk Tim Pengurus Ternak Sapi.
Dalam dukungan pendanaan langsung SPDS mendirikan kandang sapi, melakukan pelatihan budidaya ternak sapi kepada 31 orang anggota masyarakat Pemuteran dan juga berlatih membuat pakan ternak alternatif. Dan 50 orang anggota SPDS mengikuti pendidikan reforma agraria sejati yang dihubungkan dengan prinsip peningkatan ekonomi khususnya pengelolaan Sapi terintegrasi. Juga inisiatif ini menghasilkan pengelolaan limbah ternak sapi menjadi pupuk organik. Perubahan yang dirasakan oleh anggota penerima ternak sapi tahap I (9 orang) merasa terbantu, karena awalnya anggota memelihara ternak sapi dengan skema gadas (bagi hasil) dengan pihak lain dengan sistem pembagian yaitu pemilik ternak 50% dan Pemelihara 50% setelah dipotong modal. Inisiatif SPDS dari sisi pembagian hasil, pemelihara memperoleh bagian 70 % dan pengelola 30% dari hasil penjualan dipotong modal, setelah itu anggota boleh mengajukan kembali modal usaha tahap 2.
Inisiatif SPDS ini semacam permodalan bergulir dari dana yang disisihkan secara kolektif. Pengembangan usaha ternak sapi secara kolektif dapat mendorong ekonomi kolektif organisasi, hal ini mendorong penataan praktek model produksi melalui pengembangan Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA) bagi masyarakat Pemuteran. Tantangan utama yang dirasakan Hal ini sejalan dengan target 4 dalam mendorong perwujudan model produksi, distribusi dan konsumsi secara berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip gotong royong dan keswadayaan yang telah terbangun di tingkat serikat tani.