
Program
Memperkuat Gerakan Reforma Agraria melalui Pembangunan Pusat Pendidikan Koperasi dan Pengembangan Pertanian Rakyat di Kabupaten Tasikmalaya.
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
OTL Karangnunggal di Tasikmalaya Menguasai Kembali Tanahnya, Membangun Ekonomi Rakyat
Organisasi Tani lokal (OTL) Karangnunggal berada di Desa Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya sedang berjuang untuk mempertahankan tanahnya dari klaim perusahaan yang menguasai sekitar 215 hektar lahan di wilayah Desa Karangnunggal sejak tahun 1996. Sejak saat itulah masyarakat Desa Karangnunggal tidak dapat mengakses tanahnya, meskipun secara turun temurun mereka telah menggarapnya. Melalui perjuangan selama 14 tahun, baru pada tahun 2010 mereka berhasil menguasai kembali secara fisik lahan tersebut seluas 105 hektar.
OTL Karangnunggal beranggotakan 576 penggarap terdiri dari 314 penggarap laki-laki dan 262 penggarap perempuan. Dengan lahan yang berhasil mereka kuasai sejak 2010, rata-rata penggarap menguasai 0,5 hektar lahan. Melalui penguasaan kembali tersebut, perlahan mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Namun itu saja tidak cukup, dengan penguasaan lahan yang terbatas, mereka belum bisa menciptakan komoditas unggulan yang penting untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Berangkat dari persoalan tersebut, maka masyarakat Desa Karangnunggal berinisiatif untuk memperkuat gerakan reforma agraria melalui pembangunan pusat pendidikan koperasi dan pengembangan pertanian. Mereka memulainya dengan pembuatan tim pelaksana dan penyusunan perencanaan. Pembangunan pusat pendidikan koperasi dan pusat pengembangan produksi pertanian dibangun di atas lahan kolektif milik OTL Karangnunggal dan dilakukan secara gotong royong oleh anggotanya. Selain bangunan OTL Karangnunggal juga membuat demplot pembibitan tanaman buah alpukat dan durian yang mampu menampung 10.000 bibit.
Dengan kedua upaya tersebut masyarakat anggota OTL Karangnunggal memiliki strategi dalam mengupayakan kedaulatan ekonomi melalui pembuatan demplot pembibitan dan aktivitas pertanian untuk melepas ketergantungan terhadap pasar, sebagai salah satu langkah untuk membangun lembaga ekonomi rakyat dalam bentuk koperasi. Strategi ini selain untuk fungsi ekonomi juga berdampak secara ekologi melalui rehabilitasi lahan LPRA yang sedang diperjuangkan dari demplot pembibitan yang telah dibuat. Selain itu, sistem bagi hasil dari pengelolaan koperasi akan memungkinkan adanya dana alternatif untuk memperkuat perjuangan gerakan reforma agraria dari kegiatan ekonomi koperasi dan pembibitan.
Tidak hanya itu, pembangunan sarana pendidikan koperasi dan pengembangan pertanian berdampak pada peningkatan kapasitas anggota dalam hal pengetahuan koperasi, teknik pertanian, dan manajemen berwirausaha. Serta adanya penguatan regenerasi pemuda petani dan pelajar yang terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan pendidikan. Terciptanya media pembelajaran perjuangan agraria antara organisasi tani, sekolah, dan masyarakat desa.
Manfaatnya secara langsung dirasakan oleh 576 penggarap (314 laki-laki dan 262 perempuan). Program berdampak lebih dari 4.000 anggota SPP Tasikmalaya di wilayah lain melalui kegiatan pembelajaran dan pertukaran pengalaman. Dari hasil kegiatan, tercipta model kolaborasi antara organisasi tani, serta terbangun jaringan gerakan reforma agraria yang dapat menjadi contoh di wilayah lain.




