Program
Membangun Kesiapsiagaan Generasi Muda dalam Menjaga Kelestarian Alam
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
AKADEMI EKOLOGI JIRO JARO NUSATENGGARA TIMUR MERENOVASI INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN LINGKUNGAN DAN REFORMA AGRARIA BAGI GENERASI MUDA
Akademi Ekologi Jiro Jaro telah berdiri sejak tahun 2005 menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sekitarnya untuk belajar praktik pertanian berkelanjutan dan reforma agraria. Organisasi ini juga termasuk salah satu organisasi rakyat tertua di NTT. Sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, Akademi Ekologi Jiro Jaro berpegang pada prinsip pengetahuan dan keterampilan, kearifan lokal, karakter masyarakat pecinta lingkungan, kaderisasi, dan relasi dengan pakar. Untuk memenuhi perannya, Akademi Ekologi Jiro Jaro memiliki infrastruktur pendukung seperti aula, gedung penginapan, ruang makan dan dapur, situs contoh usaha tani, ruang doa, serta bengkel usaha tani. Namun, seperti organisasi di daerah pada umumnya, Akademi Ekologi Jiro Jaro juga mengalami kesulitan dalam pendanaan. Kondisi itu menyebabkan organisasi tak mampu merenovasi infrastruktur yang mengalami kerusakan, begitu juga dengan operasional organisasi untuk pendampingan dan pengadaan pelatihan pertanian berkelanjutan kepada masyarakat.
Akademi Ekologi Jiro Jaro menggunakan pendanaan langsung untuk merenovasi infrastruktur organisasi yang rusak. Perbaikan dilakukan per bagian yang rusak. Hal itu menjadi tantangan bagi Akademi Ekologi Jiro Jaro. Karena proses perbaikan dilakukan per bagian yang rusak, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar dari rencana awal. Belum lagi ada tantangan tukang yang disewa juga berhenti sebelum pengerjaan selesai dilakukan. Namun, permasalahan itu bisa mereka pecahkan dengan baik. Mereka mengatur proses perbaikan dengan menyesuaikan anggaran yang ada dan soal pertukangan mereka memperoleh bantuan dari petani-petani muda yang menjadi anggota Akademi Ekologi Jiro Jaro. Meski demikian proses renovasi belum selesai karena dana yang diterima tidak cukup.
Selain perbaikan infrastruktur, Akademi Ekologi Jiro Jaro juga melaksanakan pendidikan bagi kader baru sebanyak 20 orang. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan komunitas. Materi yang diberikan berkenaan dengan pengelolaan pertanian berkelanjutan dan advokasi kebijakan. Materi pertanian berkelanjutan meliputi cara pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati, teknis budidaya, hingga penghijauan mata air dengan tanaman dan ikan. Sementara dalam penyampaian materi advokasi kebijakan, peserta diajak berdiskusi seputar kasus-kasus yang ada di NTT seperti proyek geothermal di Manggarai Barat, perampasan tanah adat oleh perusahaan yang memiliki izin HGU di Nangahale, pertambangan di beberapa titik di NTT, perburuan satwa, hingga persoalan dampak krisis iklim.
Meski renovasi infrastruktur belum selesai, inisiatif ini mampu menyediakan pelatihan dan pendidikan kader-kader lokal tentang pertanian berkelanjutan dan advokasi kebijakan. Dengan hadirnya kader-kader lokal, Akademi Ekologi Jiro Jaro berkontribusi dalam penanganan perampasan ruang hidup dan membangun solidaritas masyarakat melalui pelibatan generasi muda. Inisiatif ini berdampak terhadap wilayah seluas 800 hektare dan 1.888 jiwa.