TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Program

Membangun Kesiapsiagaan Generasi Muda dalam Menjaga Kelestarian Alam

Organisasi Penanggung Jawab
WALHI
Lokasi
Nusa Tenggara Timur
Pendanaan Langsung
Rp99,930,000
Periode
Mulai
20/07/2025
Berakhir
30/08/2025
Target
5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

AKADEMI EKOLOGI JIRO JARO NUSATENGGARA TIMUR MERENOVASI INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN LINGKUNGAN DAN REFORMA AGRARIA BAGI GENERASI MUDA

Akademi Ekologi Jiro Jaro telah berdiri sejak tahun 2005 menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sekitarnya untuk belajar praktik pertanian berkelanjutan dan reforma agraria. Organisasi ini juga termasuk salah satu organisasi rakyat tertua di NTT. Sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, Akademi Ekologi Jiro Jaro berpegang pada prinsip pengetahuan dan keterampilan, kearifan lokal, karakter masyarakat pecinta lingkungan, kaderisasi, dan relasi dengan pakar. Untuk memenuhi perannya, Akademi Ekologi Jiro Jaro memiliki infrastruktur pendukung seperti aula, gedung penginapan, ruang makan dan dapur, situs contoh usaha tani, ruang doa, serta bengkel usaha tani. Namun, seperti organisasi di daerah pada umumnya, Akademi Ekologi Jiro Jaro juga mengalami kesulitan dalam pendanaan. Kondisi itu menyebabkan organisasi tak mampu merenovasi infrastruktur yang mengalami kerusakan, begitu juga dengan operasional organisasi untuk pendampingan dan pengadaan pelatihan pertanian berkelanjutan kepada masyarakat.

Akademi Ekologi Jiro Jaro menggunakan pendanaan langsung untuk merenovasi infrastruktur organisasi yang rusak. Perbaikan dilakukan per bagian yang rusak. Hal itu menjadi tantangan bagi Akademi Ekologi Jiro Jaro. Karena proses perbaikan dilakukan per bagian yang rusak, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar dari rencana awal. Belum lagi ada tantangan  tukang yang disewa juga berhenti sebelum pengerjaan selesai dilakukan. Namun, permasalahan itu bisa mereka pecahkan dengan baik. Mereka mengatur proses perbaikan dengan menyesuaikan anggaran yang ada dan soal pertukangan mereka memperoleh bantuan dari petani-petani muda yang menjadi anggota Akademi Ekologi Jiro Jaro. Meski demikian proses renovasi belum selesai karena dana yang diterima tidak cukup.

Selain perbaikan infrastruktur, Akademi Ekologi Jiro Jaro juga melaksanakan pendidikan bagi kader baru sebanyak 20 orang. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan komunitas. Materi yang diberikan berkenaan dengan pengelolaan pertanian berkelanjutan dan advokasi kebijakan. Materi pertanian berkelanjutan meliputi cara pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati, teknis budidaya, hingga penghijauan mata air dengan tanaman dan ikan. Sementara dalam penyampaian materi advokasi kebijakan, peserta diajak berdiskusi seputar kasus-kasus yang ada di NTT seperti proyek geothermal di Manggarai Barat, perampasan tanah adat oleh perusahaan yang memiliki izin HGU di Nangahale, pertambangan di beberapa titik di NTT, perburuan satwa, hingga persoalan dampak krisis iklim.

Meski renovasi infrastruktur belum selesai, inisiatif ini mampu menyediakan pelatihan dan pendidikan kader-kader lokal tentang pertanian berkelanjutan dan advokasi kebijakan. Dengan hadirnya kader-kader lokal, Akademi Ekologi Jiro Jaro berkontribusi dalam penanganan perampasan ruang hidup dan membangun solidaritas masyarakat melalui pelibatan generasi muda. Inisiatif ini berdampak terhadap wilayah seluas 800 hektare dan 1.888 jiwa.

Scroll to Top