TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
ELM02937
Sumber Foto : Masyarakat Adat Dalem Tamblingan
Program

Memperkuat Integritas dan Karakter Generasi Muda dan Masyarakat Adat Dalem Tamblingan (MADT) melalui Pendidikan Adat

Organisasi Penanggung Jawab
AMAN
Lokasi
Bali
Pendanaan Langsung
Rp99,600,000
Periode
Mulai
01/12/2024
Berakhir
31/05/2025
Target
5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Pendidikan Adat: Pewarisan Pengetahuan Pemuliaan Air dan Sumber Kehidupan Masyarakat Adat Dalem Tamblingan Bali

Pesatnya pembangunan pariwisata dan modernisasi di Bali membawa dampak tersendiri bagi kelompok Masyarakat Adat, terutama terkait penerusan tradisi pada generasi muda. Hal tersebut dirasakan oleh kelompok Masyarakat Adat Dalem Tamblingan (MADT) di empat desa, Kabupaten Buleleng. Padahal MADT adalah salah satu wilayah yang lekat dengan aturan terkait Alas Mertajati kawasan hutan dan danau sebagai sumber kehidupan MADT. Mereka mayoritas masih meyakini Piagem Gema Tirta, yaitu sebagai pemulia air yang hidup harmoni dengan alam sejak awal. MADT menyebar tinggalnya di abad 13 karena meyakini wilayah alas Mertajati sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga sehingga mereka hanya perlu hidup dari rembesan airnya di 4 desa tempat mereka bermukim saat ini. Namun MADT semakin khawatir dengan situasi terakhir, generasi muda lebih memilih untuk merantau ke kota mencari penghidupan yang mereka nilai lebih besar jika harus tinggal di desa. Tempat umum milik desa seperti bale banjar dan wantilan desa terlihat sepi jika sudah tidak ada acara adat atau rapat. Sementara dulu, tempat-tempat itu menjadi pusat berkumpul masyarakat dan tempat bermain anak-anak sambil belajar tentang adat, tradisi, dan ritual dari para orang tua mereka.

Penurunan nilai tradisi itu yang mendasari MADT mendorong pendirian pendidikan adat guna memperkuat integritas dan karakter generasi muda. Ada 5 nilai utama yang dimasukkan dalam kurikulum: religiusitas, integritas, nasionalisme, gotong-royong, dan kemandirian. Penyusunan kurikulum dan modul ajar terlaksana sepanjang April dan Mei 2025. Materi yang dimasukkan seputar pengetahuan budaya, adat, dan tradisi. Juga ada pengetahuan tentang pengenalan tanaman lokal, satwa, mainan lokal, seni musik, dan informasi terkait sumber mata air serta kondisinya. Setelah itu kegiatan dilanjutkan untuk melatih fasilitator yang telah ditetapkan. Uji coba pelaksanaan pendidikan adat diselenggarakan pada Juli 2025. Ritual pemuliaan air atau Karya Alilitan yang menjadi fokus utama pengetahuan yang dituliskan sesuai masukan dari tetua adat, dan peserta uji coba telah ikut mengalami dan lebih memahami tentang ritual ini, dan pemaknaan penting dibaliknya tentang pemulian air sebagai sumber kehidupan MADT.

Pelaksanaan pendidikan adat berdampak terhadap transfer ilmu dari generasi tua ke generasi muda di MADT. Salah satu yang terpenting adalah antusiasme generasi muda yang tinggi dalam seluruh acara terutama di bagian upacara pemuliaan air atau Karya Alilitan. Program ini berdampak pada wilayah seluas 7.015,03 hektare kawasan MADT. Secara sosial, program ini berdampak kepada 21.581 jiwa, meliputi 8.257 laki-laki, 7.931 perempuan, dan 5.393 generasi muda. MADT mulai merasakan kembalinya nilai-nilai: “semua tempat dan alam adalah guru”, karena generasi muda mulai bergiat dalam kegiatan-kegiatan adat termasuk pendidikan adat yang masih berlangsung.

Scroll to Top