TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Program

Pemetaan Wilayah Adat dan Advokasi Mendorong Perda Pphma Banggai Laut

Organisasi Penanggung Jawab
AMAN
Lokasi
Sulawesi Tengah
Pendanaan Langsung
50,000,000
Periode
Mulai
Berakhir
Target
1. Peningkatan pemetaan Wilayah Adat, Wilayah Kelola Rakyat, dan Lokasi Prioritas Reforma Agraria, 2. Perlindungan, penguatan hak, dan pengakuan wilayah Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda, 5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

PERLINDUNGAN WILAYAH ADAT TADUNO DI BANGGAI LAUT MELALUI PEMETAAN PARTISIPATIF

Wilayah Masyarakat Adat Taduno, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah menghadapi ancaman akibat aktivitas eksploitasi alam. Wilayah laut yang sejak lama menjadi tulang punggung bagi perekonomian Masyarakat Adat Taduno terancam akan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal dengan menggunakan pukat harimau dan bom ikan. Wilayah daratan juga tidak terlepas dari ancaman pembukaan tambang batu gamping sebagai penunjang tambang nikel di Morowali Utara.

Ancaman itulah yang mendasari pelaksanaan pemetaan Wilayah Adat Taduno, yaitu guna mempertegas sekaligus untuk melindungi wilayah adat dari ancaman eksploitasi alam skala besar. Sebanyak 15 orang pemuda adat, terdiri dari 5 orang perempuan dan 10 orang laki-laki, terlibat dalam pelatihan pemetaan sebagai awal kegiatan. Setelah pelatihan, kelima belas peserta terlibat secara langsung dalam survei pengambilan titik koordinat. Penggalian data-data sosial yang dibutuhkan dilaksanakan dengan cara menelusuri batas-batas wilayah adat mereka. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi wilayah yang belum terpetakan. Setelah diverifikasi, data-data sosial itu kemudian ditetapkan melalui penandatanganan berita acara.

Selama pelaksanaan pemetaan partisipatif tantangan yang dihadapi oleh Masyarakat Adat Taduno bersifat teknis. Lantaran luasan wilayah adat Taduno tidak hanya berada di daratan melainkan juga mencakup wilayah lautan dan dengan jumlah luasan mencapai belasan ribu hektare, para peserta yang terlibat dalam pemetaan tersebut harus memakai strategi yang tepat guna menyelesaikan inisiatif tersebut dalam waktu yang sangat terbatas, hanya 6 hari.

Inisiatif pemetaan partisipatif tersebut memberikan dampak terhadap wilayah seluas 79.944,99 hektare yang juga mencakup 2 wilayah adat berbatasan, yakni wilayah adat Lipu La’alo dan Lipu Lantibung. Sementara itu, luas wilayah adat Taduno yang telah dipetakan dan diajukan untuk mengurus pengakuan mencapai 7.080 hektare. Dampak sosial yang dirasakan dari inisiatif pemetaan dan pengakuan tersebut mencapai 869 orang.

Scroll to Top