
Program
Pengelolaan Pupuk Kompos Berbasis Ekonomi Oleh Pemuda Adat Guna Menunjang Keberlangsungan Kelestarian Alam
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
Pupuk Kompos: Strategi Pengolahan Pertanian Alami di Generasi Muda Adat Margo Sumay, Jambi
Masyarakat Adat Margo Sumay di Dusun Punti Kalo, Kabupaten Tebo, Jambi mayoritas berprofesi sebagai petani padi dengan metode pertanian tradisional. Setiap tahun, Masyarakat Adat Margo Sumay mampu menghasilkan panen dalam kisaran 200 ton. Mereka juga memiliki ternak sapi. Namun, produksi berlimpah itu tidak sepadan dengan biaya operasional yang mereka keluarkan setiap masa tanam. Biaya pengeluaran terbanyak mereka meliputi kebutuhan penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
Kondisi tersebut mendorong Kelompok Pemuda Masyarakat Adat Margo Sumay untuk kembali ke praktik pertanian alami. Kotoran-kotoran ternak sapi masyarakat yang berlimpah mereka olah menjadi pupuk kompos. Selain kotoran ternak, mereka juga memanfaatkan sampah organik, seperti jerami, daun kering, dan sekam. Dalam 3 bulan, para pemuda Masyarakat Adat Margo Sumay mampu memproduksi 1 ton. Sampai saat ini, pupuk kompos itu dikemas dalam ukuran 15 kg per karung dan dijual seharga Rp20.000,-. Artinya, dalam satu tahun mereka mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp5.333.333,- dari penjualan pupuk kompos. Ke depan, mereka juga berencana untuk melakukan diversifikasi produk berupa pupuk organik cair (poc), kompos granul, dan mikroorganisme lokal (MOL). Menariknya, baik saat pembuatan pupuk maupun penggunaannya di sawah, Masyarakat Adat Margo Sumay mensinergikannya dengan kearifan lokal berupa ritual.
Dari program ini dampak perubahan yang dirasakan oleh Masyarakat Adat Margo Sumay ialah strategi untuk terlepas dari ketergantungan pemakaian pupuk dan pestisida kimia. Biaya operasional yang sebelumnya cukup besar dengan kebutuhan pembelian pupuk dan pestisida kimia mampu dikurangi dengan cara memproduksi pupuk kompos. Selain itu produksi dan penggunaan pupuk kompos tersebut juga berperan pada upaya mengolah dan mengembalikan kesuburan tanah yang sedari lama telah jenuh karena pemakaian produk kimia. Juga, keberadaan pupuk tersebut mengembalikan tradisi dari Masyarakat Adat Margo Sumay terkait pengolahan lahan pertanian yang sudah lama tidak lagi dipraktekkan. Secara sosial, program ini berdampak terhadap 2.998 jiwa dengan luas wilayah 2.831,37 hektare.




