Program
Mahusa Unila (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung)
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
MAHUSA UNILA LAMPUNG MENDORONG PENGOLAHAN SAMPAH KAMPUS YANG PARTISIPATIF
Pertambahan warga kampus atau universitas tiap tahun menjadi persoalan serius berkaitan dengan produksi sampah di kawasan tersebut. Apalagi, problem tersebut tidak diimbangi dengan upaya mendorong kesadaran warganya untuk terlibat menjaga kebersihan lingkungan. Juga tidak ada inisiatif birokrat kampus untuk menyediakan infrastruktur pengolahan sampah yang memadai. Persoalan itu diangkat oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Mahusa Unila) yang merupakan kelompok pecinta alam dan lembaga anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Lampung (WALHI Lampung). Tiap waktu gundukan sampah berserakan di beberapa titik di kawasan Fakultas Hukum Unila. Belum lagi soal drainase yang buruk, sampah-sampah plastik maupun organik yang tidak terolah menyumbat saluran, menyebabkan genangan air yang tidak terkendali di musim hujan.
Mahusa Unila menawarkan solusi atas permasalahan tersebut dengan cara menyediakan infrastruktur untuk pengolahan sampah dan sosialisasi untuk mendorong kesadaran mahasiswa Fakultas Hukum Unila serta terlibat menjaga kebersihan lingkungan. Infrastruktur yang disediakan antara lain tempat sampah yang diletakkan di beberapa titik di Fakultas Hukum Unila, pengadaan bank botol sebagai tempat pembuangan sampah botol plastik, pembuatan biopori untuk pengolahan sampah organik, dan pembuatan papan himbauan. Selain pengadaan atau pembuatan infrastruktur pengolahan sampah, Mahusa Unila juga melakukan kajian lingkungan hidup yang mengundang mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum Unila untuk membahas kebersihan lingkungan secara holistik. Hasilnya, inisiatif pengadaan infrastruktur dan sosialisasi pengolahan sampah tersebut mampu meningkatkan pengetahuan serta keterlibatan mahasiswa Fakultas Hukum Unila menjaga kebersihan lingkungan. Selama pelaksanaan inisiatif, Mahusa Unila hanya menghadapi tantangan dari birokrat kampus yang dinilai cukup sulit mengeluarkan izin bagi kegiatan mereka. Namun, hal itu dapat mereka lewati melalui pendekatan presentasi program kerja.
Inisiatif tersebut berdampak secara langsung terhadap pemahaman dan keterampilan Mahasiswa Fakultas Hukum Unila terkait pengolahan sampah secara terpadu. Dampak inisiatif tersebut berimplikasi terhadap wilayah seluas 2,98 hektare yang merupakan kawasan Fakultas Hukum Unila. Pendidikan tersebut juga berdampak kepada 4.108 orang mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum Unila.