TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
Program

Membangun Gerakan Ekonomi Kerakyatan (EKORA) melalui Tata Distribusi Hasil Panen Padi Anggota Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB)

Organisasi Penanggung Jawab
KPA
Lokasi
Jawa Tengah
Pendanaan Langsung
128,000,000
Periode
Mulai
01/07/2025
Berakhir
31/12/2025
Target
4. Model produksi, distribusi, dan konsumsi yang berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda, 5. Pusat-Pusat Pendidikan Rakyat
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

FORUM PERJUANGAN PETANI BATANG MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DESA KURIPAN DI JAWA TENGAH MELALUI KOPERASI PRODUKSI

Para anggota Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB) menggantungkan hidup mereka dengan menggarap lahan tanah timbul seluas 151 hektare. Organisasi mereka berlokasi di Desa Kuripan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Mereka menanami lahan itu dengan padi dan palawija. Namun, aktivitas pertanian yang membutuhkan uang tunai cepat, terutama pada musim tanam, membuat mereka sering berhutang pada tengkulak. Masalah itu menyebabkan ketergantungan ekonomi yang sulit untuk diputus.

FPPB kemudian menetapkan pendirian koperasi produksi sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Koperasi itu dimaksudkan untuk membeli gabah-gabah yang dimiliki oleh anggota. Dalam inisiatif program kali ini, Koperasi FPPB berhasil membeli gabah para anggota sebanyak 16 ton dengan harga Rp6.000,- per kilogram. Gabah-gabah itu yang setelah dikeringkan menyusut menjadi 10,4 ton dan sudah dijual ke penggilingan padi di Indramayu dengan harga Rp10.000 per kilogram.

Dalam proses pengumpulan dan pembelian gabah hasil panen anggota, FPPB menemukan beberapa tantangan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan kualitas produk sekaligus tantangan yang dihadapi oleh petani. Tantangan pertama terkait hasil panen gabah saat itu tidak memenuhi target karena hama. Tantangan kedua, cuaca hujan yang mempengaruhi hasil gabah saat dikeringkan secara alami. Strategi yang dapat dilakukan untuk masa tanam selanjutnya ialah FPPB akan mengintervensi supaya para anggota menanam di waktu bersamaan untuk menghindari masalah serangan hama. Sementara terkait pengeringan padi diperlukan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti greenhouse dan mesin pengering gabah, supaya pengeringan tidak lagi bergantung pada cuaca.

Inisiatif pendirian koperasi ini berhasil meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memperkuat soliditas gerakan. Gabah-gabah hasil panen yang sebelumnya berakhir dijual ke tengkulak, kini ditampung oleh koperasi dengan harga jual yang lebih tinggi. Begitu juga dengan ketergantungan modal atau hutang tengkulak saat musim tanam juga sedikit demi sedikit berhasil dihentikan karena adanya peningkatan pendapatan. Dengan inisiatif pembelian gabah anggota, Koperasi FPPB berhasil menaikkan harga jual sebesar Rp8.000.000 atau sekitar 8,33%. Inisiatif ini secara langsung berdampak terhadap wilayah seluas 412 hektare dengan jumlah jiwa 2.480 orang yang mendiami Desa Kuripan.

Scroll to Top