Program
Pembangunan Kampung Perjuangan Reforma Agraria Sejati
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
KAMPUNG PERJUANGAN REFORMA AGRARIA: STRATEGI UNTUK SOLIDITAS PERJUANGAN ORGANISASI TANI LOKAL JATISARI DI JAWA BARAT
Organisasi Tani Lokal (OTL) Jatisari merupakan perkumpulan petani yang berada di bawah naungan Serikat Petani Pasundan (SPP) di Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Lokasi perkumpulan tersebut berada di Desa Jatisari, Cisompet, Garut. Sejak era 90-an, OTL Jatisari telah berkonflik dengan perkebunan negara. Sementara lahan-lahan yang telah direklaiming kini rutin ditanami palawija, padi, dan tanaman pangan lainnya.
Saat ini, OTL Jatisari tengah mengembangkan Kampung Perjuangan Reforma Agraria sebagai tempat pertemuan musyawarah, pendidikan, dan pelatihan. Inisiatif tersebut memperoleh pendampingan dari SPP Garut sebagai induk perkumpulan. Dalam musyawarah telah disepakati ada beberapa agenda dalam inisiatif pengembangan kampung: 1) pengembangan bangunan sekretariat dengan menambahkan ruang dapur, toilet, dan kamar untuk istirahat; 2) pembangunan lumbung padi atau leuit; 3) perbaikan jalan; 4) pembangunan penggilingan padi; 5) pembangunan homestay untuk menambah pemasukan kas organisasi; dan, 6) perawat wilayah konservasi. Musyawarah juga menyepakati pelibatan aktif perempuan dan generasi muda. Dalam pelaksanaannya, inisiatif yang diselenggarakan secara gotong royong tersebut hanya mampu menyelesaikan pembangunan dapur, toilet, dan kamar untuk istirahat akibat tantangan yang cukup berat.
Selama pelaksanaan inisiatif tersebut, anggota OTL Jatisari lebih banyak menghadapi tantangan eksternal. Tantangan eksternal pertama ialah cuaca. Karena pengerjaan dilakukan saat intensitas hujan cukup sering terjadi, mereka harus menyesuaikan jadwal ketika cuaca terang. Tantangan kedua ialah jarak lokasi kampung yang lumayan jauh dari jalan raya dan aksesibilitasnya. Perihal tersebut menyebabkan pengangkutan bahan material cukup terkendala.
Inisiatif ini memiliki implikasi secara langsung terhadap wilayah administratif Desa Jatisari seluas 1.308 hektare. Inisiatif ini juga berdampak kepada 5.840 jiwa yang mendiami wilayah Jatisari. Walaupun belum dapat digunakan tetapi keterlibatan perempuan dan generasi muda meningkat dengan arah baru yang ditetapkan, dan pembangunan tersebut masih dilanjutkan sampai saat ini.