TOTAL DANA 2023 - 2027

$750,000

Re-Granting - General Support - Institutional Support

TOTAL DANA AGUSTUS 2023 - JULI 2024

$250,000

Institutional Support

TOTAL DANA OKTOBER 2024 - SEPTEMBER 2029

$5,000,000

General Support

TOTAL DUKUNGAN DANA $800,000

Agustus 2023 - September 2024 ( $300,000 )
Februari 2025 - Juli 2026 ( $500,000 )

Pendanaan Langsung ( Re-Granting )

TOTAL DUKUNGAN DANA 2023 - 2027

$1,050,000

Re-Granting - General Support

TOTAL DANA 2024 - 2026

$2,500,000

Re-Granting - Endowment
NF25_INF_DATA_KOM_S4023-A1_KASEPUHAN-CIPTAGELAR_EKONOMI (15)
Sumber Foto: PD AMAN Banten Kidul
Program

Pembuatan dan Penjualan Perkakas Tradisional | Kerajinan Bambu | Pembuatan Kebun Sayuran (Sawi Hijau, Buncis, Tomat dan Cabai)

Organisasi Penanggung Jawab
AMAN
Lokasi
Banten
Pendanaan Langsung
100,000,000
Periode
Mulai
01/06/2025
Berakhir
30/09/2025
Target
Status
Selesai

Bagikan ke :

Facebook
WhatsApp
X

Penguatan Ekonomi Kolektif Kerajinan Perkakas Tradisional  Tiga Kasepuhan Masyarakat Adat di Sukabumi Jawa Barat

Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Kasepuhan Ciptamulya, dan Kasepuhan Ciptagelar merupakan tiga masyarakat adat yang berada di kaki Gunung Halimun atau tepatnya di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Dalam kesehariannya, Masyarakat Adat ini masih mempertahankan nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh yang berarti orang tua atau sesepuh, mencerminkan sistem kepemimpinan adat yang berlandaskan kebijaksanaan para leluhur dan tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Sebagian Masyarakat Adat di tiga kasepuhan menggantungkan hidupnya sebagai petani. Sementara sebagian lainnya memilih untuk membuat kerajinan dari bahan tradisional. Namun dalam perjalanannya, ketiga kasepuhan Masyarakat Adat tersebut masih menemukan permasalahan mengenai belum optimalnya potensi pengelolaan sumber penghidupan tersebut. Padahal, jika potensi tersebut dikelola dengan baik bisa menunjang ekonomi Masyarakat Adat secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, ketiga Kasepuhan Sinar Resmi, Kasepuhan Cipta Mulya, dan Kasepuhan Ciptagelar berinisiatif untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber penghidupan yang melibatkan peran pemuda adat melalui pembuatan kerajinan perkakas tradisional dari bahan bambu dan pembuatan kebun sayuran untuk meningkatkan ekonomi kolektif Masyarakat Adat. hal ini juga sebagai upaya Masyarakat Adat untuk menunjang pengelolaan wilayah adatnya secara efektif dan berkelanjutan.

Hasilnya, Pemuda Adat Kasepuhan Sinaresmi memiliki peningkatan pengetahuan dan kepedulian terhadap pengelolaan wilayah adatnya. Sementara di Kasepuhan Ciptamulya, terjadi peningkatan produksi olahan kerajinan selain produk kerajinan bambu sedangkan di Kasepuhan Gelar Alam terjadi peningkatan pengetahuan kepada Pemuda Adat yang menumbuhkan rasa kepedulian pemuda adat untuk mengelola wilayahnya sendiri.