Program
Koperasi Bahan Pangan – Studio Pangan Warga
Organisasi Penanggung Jawab
Lokasi
Pendanaan Langsung
Periode
Mulai
Berakhir
Target
Status
Bagikan ke :
KOPERASI UNTUK INISIATIF KEWIRAUSAHAAN PANGAN LOKAL DI GORONTALO
Studio Pangan Warga merupakan wadah bagi perempuan-perempuan di Desa Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo untuk belajar bersama terkait pangan lokal. Pada akhir 2024, Studio Pangan Warga membangun infrastruktur balai belajar bersama dan pelatihan tentang pemasaran produk serta pengolahan limbah atau sampah dari praktik pengolahan pangan lokal. Karena besarnya minat para anggota untuk belajar dan terus mengembangkan organisasi mereka, kali ini mereka berinisiatif untuk merenovasi koperasi dan infrastruktur seperti gudang penyimpanan, penyediaan rak, dan loker penyimpanan. Kedua inisiatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan perputaran perekonomian yang telah mereka bangun selama 2 tahun ini. Dengan adanya koperasi, kebutuhan ibu-ibu terkait bahan pangan dapat terjamin dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan yang ada di pasar.
Mengenai inisiatif pembangunan koperasi, mereka telah memilih dan membentuk badan pengurus pada Juli 2025. Para pengurus yang terpilih kemudian diberikan pelatihan mengenai pengelolaan koperasi. Pelatihan tersebut sekaligus untuk mendorong keaktifan perempuan dalam inisiatif ekonomi kolektif tersebut, apalagi mayoritas keanggotaan di Studio Pangan Warga ialah ibu-ibu rumah tangga.
Lalu untuk perbaikan gudang pun telah dilakukan. Barang-barang yang telah dibeli pada pendanaan sebelumnya, seperti perkakas masak, kini bisa disimpan dengan baik. Perbaikan yang dilakukan meliputi perbaikan plafon, mengecat dinding, pembuatan rak dan loker penyimpanan, hingga pemasangan alas.
Dalam pendirian koperasi bahan pangan, Studio Pangan Warga menghadapi tantangan berupa kapasitas sumber daya manusia. Karena ide pendirian koperasi bisa dibilang spontan, mereka tidak siap dengan persyaratan administrasi yang ditetapkan pemerintah untuk pendirian koperasi. Belum lagi menyoal ketiadaan mitigasi risiko usaha di awal pelaksanaan inisiatif. Mereka menyiasati permasalahan tersebut dengan membekali pengurus pengetahuan terkait pengelolaan koperasi dan kemampuan berwirausaha. Meski demikian, mereka tetap harus didampingi, karena implementasi pengetahuan yang mereka peroleh sifatnya pun masih dalam penjajakan.
Namun, inisiatif tersebut tetap memiliki dampak berarti, terutama bagi masyarakat Huntu Selatan. Dengan adanya pendanaan baru ini Studio Pangan Warga memperoleh peningkatan pada upaya kewirausahaan mereka. Untuk menjamin kolektivitas usaha pangan lokal, mereka mendirikan koperasi yang nantinya akan berperan dalam penyediaan bahan pangan kebutuhan anggota sekaligus sebagai tempat penjualan hasil produksi anggota. Perbaikan infrastruktur gudang juga berdampak secara langsung terkait penyimpanan hasil produksi maupun perkakas untuk inisiatif wirausaha bersama.
